Keluarga Yang Dilaknat Allah Meski Terlihat Bahagia

Suami Istri Yang Dilaknat Allah Meski Terlihat Bahagia
Ilustrasi : Animasi Keluarga
 

Keluarga Yang Dilaknat Allah Meski Terlihat Bahagia



Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

LANGITALLAH.com | Keluarga Yang Dilaknat Allah Meski Terlihat Bahagia
Keluarga bahagia adalah impian setiap pasangan suami istri. Tidak hanya bahagia di dunia ini namun juga bahagia kelak di akhirat nanti. Bagi sebagian besar manusia, keluarga adalah segalanya. Tempat orang-orang yang benar-benar mencintai dan menyayangi kita. Tempat di mana kita bisa melepasakan segala canda dan tawa, serta tempat yang paling tepat untuk berbagi duka dan cerita.

Ketenteraman jiwa dalam keluarga akan semakin sempurna jika di dalamnya di isi oleh suami yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, istri yang shalehah, anak-anak yang shaleh dan berbakti kepada orang tuanya.

 

4 TIPE KELUARGA (Suami Istri) YANG DILAKNAT ALLAH

 
Ada 4 tipe suami istri (rumah tangga) yang dilaknat Allah Subhanahu wa Ta’ala beserta Rasul-Nya diakhirat nanti, meski di dunia ini mereka terlihat sangat bahagia dan harmonis.

Berikut ini sedikitnya 4 golongan pasangan suami istri yang dilaknat Allah Ta’ala beserta Rasul-Nya, meski terlihat bahagia :


1. Pasangan Suami Sitri Yang Memusuhi Islam

 
Tidak semua pasangan suami istri yang rukun harmonis itu mengindikasikan bahwa keluarga tersebut dirahmati Allah. Banyak pasangan suami istri yang merasa hidupnya telah bahagia. Memiliki bangunan rumah yang megah, kendaraan, pakaian, materi, dan anak-anak yang tumbuh sehat, namun di sisi Allah Ta’ala sesungguhnya mereka hidup terlaknat dan jauh dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Abu Lahab dan istrinya, Ummu Jamil, adalah pasangan suami istri yang hidupnya terlihat bahagia dan berkecukupan. Mereka merupakan pasangan suami istri yang kompak. Akan tetapi kekompakan itu mereka gunakan untuk memusuhi agama Allah (Islam), agama yang disempurnakan melalui kerasulan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penutup para Nabi dan Rasul.

Sebagai kerabat yang juga merupakan paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Lahab dan istrinya bukannya mendukung risalah kenabian yang dibawakan oleh keponakannya, mereka malah berusaha menghalang-halangi dan memusuhi dakwah yang dibawakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan istri Abu Lahab yaitu Ummu Jamil, adalah seorang provokator yang suka menghasut orang-orang agar memusuhi dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah ‘Azza wa Jalla mengabadikan sifat-sifat buruk pasangan suami istri ini dalam Al-Qur’an.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ . مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ . سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ . وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ . فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan begitu pula istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.” [QS. Al-Lahab: 1-5]

Kalimat ‘binasalah’ dalam ayat tersebut di atas merupakan kalimat yang menyatakan bahwa sesungguhnya Allah Ta’ala melaknat Abu Lahab dan istrinya yang telah memusuhi agama Islam.

Firman Allah Ta’ala ini juga mengindikasikan perintah agar menghindari perbuatan sebagaimana Abu Lahab dan istrinya lakukan terhadap islam. Na’udzubillahi minzalik. Semoga kita terhindar dari laknat Allah Ta’ala.



2. Suami Istri Yang Melakukan Aktifitas Biologis Menyimpang

 
Kewajiban suami terhadap istrinya dan begitupun sebaliknya pada hal saling memenuhi hasrat biologis memang sangat dianjurkan dalam syari’at islam. Selain dianjurkannya, pada aktifitas tersebut akan mendatangkan pahala dan rahmat Allah Ta’ala dalam sebuah keluarga.

Namun ada keluarga pasangan suami istri, yang aktifitas biologisnya tidak mendatangkan pahala bagi mereka dan juga jauh dari Rahmat Allah Ta’ala. Bahkan mereka dilaknat akibat aktifitas biologis yang dilakukan dan menyimpang dari ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana telah diperjelas dengan sabda-sabda Rasulullah tentang cara berhubungan suami istri (jima’).

Penyimpangan aktifitas biologis yang dimaksud salah satunya adalah, dengan ber-jima’ bukan pada jalan yang telah ditentukan, malah melakukannya pada duburnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَلْعُونٌ مَنْ أَتَى امْرَأَةً فِى دُبُرِهَا

“Benar-benar terlaknat orang yang menjima’ istri pada duburnya.” [HR. Ahmad]

Mendatangi istri dari duburnya merupakan dosa besar dan maksiat yang dilaknat oleh Allah Ta’ala, sebab dubur bukanlah tempat untuk melakukan aktifitas jima’ dalam syari’at islam.

Dalam riwayat yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَلْعُوْنٌ مَنْ أَتَى امْرَأَةً فِيْ دُبُوْرِهَا

“Dilaknat, orang yang mendatangi perempuan pada duburnya.” [HR. Abu Dawud dan An-Nasaa’i; Shahih]


Imam At-Tirmidzi dan An-Nasaa’i meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى رَجُلٍ أَتَى رَجُلاً أَوْ امْرَأَةً فِيْ الدُبُرِ

“Allah tidak akan melihat orang laki-laki yang bersetubuh dengan sesama laki-laki atau orang laki-laki yang menyetubuhi perempuan di duburnya.” [dengan sanad shahih].


Perbuatan seperti itu merupakan perbuatan keji sebagaimana pernah pernah dilakukan oleh kaum Nabi Luth yang akhirnya dilaknat oleh Allah Ta’ala dengan adzab. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَاسَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعَالَمِينَ

“Sesungguhnya kalian melakukan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh satu orangpun sebelum kalian di alam ini.” [QS. Al-Ankabut : 28]

Ayat tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Allah Subhanahu wa Ta’ala melaknat orang yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkannya sebanyak tiga kali.” [HR. Ahmad dengan sanad shahih]


 

3. Pasangan Suami Istri yang menghina sahabat Nabi (Syi’ah)


Perhatikanlah kelakuan kaum Rafidhah (baca: Syi’ah), yang selalu mencela pada sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka dan bahkan para ulama syi’ah menuduh ‘Aisyah –istri Nabi- radhiyallahu ‘anha sebagai wanita kafir yang pantasnya di neraka. 

Ketahuilah, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala selain memuji Rasul-Nya (shallallahu ‘alaihi wa sallam), juga memuji para sahabat yang menemani beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana firman Allah Ta’ala yang berbunyi :

حَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” [QS. Al-Fath : 29]

Ayat di atas menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga para sahabat yang menemani perjuangan beliau adalah mereka yang dipuji Allah Ta’ala. Bahkan tak ada sedikit pun kalimat dari ayat di atas yang menyebutkan kebencian Allah kepada para sahabat beliau, atau mengkhususkan salah seorang saja dari mereka.

Sedangkan kebencian para Rafidhah atau para Syi’ah kepada sahabat-sahabat Rasulullah tidak berdasar sama sekali. Bahkan Imam Malik rahimahullah menyebut mereka (syi’ah) kafir, sebagaimana dalam salah satu riwayat hadits Imam Malik :

لأنهم يغيظونهم، ومن غاظ الصحابة فهو كافر لهذه الآية

“karena para sahabat membuat hati mereka jengkel. Dan siapa yang jengkel (murka) pada para sahabat,maka ia kafir berdasarkan ayat ini.” [HR. Imam Malik]


Maka ketahuilah, sekalipun ramah tangga dari pasangan suami istri itu terlihat rukun, bahagia dan terpenuhi segala kebutuhannya, namun mereka menghina dan mencela sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka mereka akan menerima laknat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا رَأَيْتُمُ الَّذِينَ يَسُبُّونَ أَصْحَابِى فَقُولُوا لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى شَرِّكُمْ

“Jika kalian melihat orang-orang yang mencaci maki sahabat-sahabatku, maka katakanlah laknat Allah atas keburukan kalian” [HR. Tirmidzi].


 

4. Pasangan suami istri yang Melukis Tubuh (Bertato)


Siapa yang takmengenal istilah “Tato”. Tato bisa diartikan perbuatan melukis bagian tubuh dengan memasukkan pigmen menyerupai tinta ke dalam kulit sehingga meninggalkan bekas.

Fenomena tato sudah merupakan trend dan memiliki komunitas tersendiri. Namun dalam pandangan syari’at islam, hal itu sangat terlarang bahkan diharamkan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

لَعَنَهُ اللَّهُ ۘ وَقَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا

“yang dilaknati Allah dan syaitan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya),”

وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ ۚ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا

“dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya". Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” [QS. An-Nisaa : 118-119]

Ayat di atas memberikan pesan agar meninggalkan ajakan syaitan yang dilaknati Allah Ta’ala. Termasuk dalam ajakan (baca:bisikan) syaitan untuk merubah ciptaan Allah yang telah diciptakan sempurna.

Dalam sebuah hadits dijelaskan :
“Allah melaknat orang-orang yang membuat tato, orang-orang yang minta dibuatkan tato, orang-orang yang mencabut bulu mata, orang-orang yang minta dicabut bulu matanya, dan orang-orang yang merenggangkan gigi untuk mempercantik wajah, dan mereka yang mengubah ciptaan Allah.” [HR. Muslim]

Dalam hadits lain juga menerangkan :
“Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya, melakukan tato di wajahnya (mutawasshimah), menghilangkan rambut dari wajahnya, menyambung giginya, demi kecantikan, mereka telah merubah ciptaan Allah.” [HR. Bukhari]

Tato bagi sebagian orang dipandang sebagai ekspresi kebebasan dan simbol keberanian dan mempercantik diri. Sementara di sisi Allah ‘Azza wa Jalla, perbuatan orang yang bertato itu dilaknat. Bukan hanya yang bertato, namun juga orang yang menato, mereka semuanya terkena laknat Allah ‘Azza wa Jalla.

لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُوتَشِمَاتِ

“Allah melaknat wanita yang menato dan minta ditato” [HR. Bukhari]

Sehingga ini tentunya akan sangat dimurkai dan dilaknat oleh Allah Ta’ala jika terjadi dalam rumah tangga, di mana pasangan suami istri sama-sama memiliki tato.

Wallahu a’alam

Demikian risalah tentang “Keluarga Yang Dilaknat Allah Meski Terlihat Bahagia”. Semoga membawa manfaat dan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Risalah serupa pernah diterbitkan pada webmuslimah.com

________
Label : Keluarga, suami, istri, suami istri yang dilaknat
Deskripsi : Risalah keluarga ini akan membahas tentang tipe-tipe pasangan suami istri yang terlihat bahagia namun pada hakikatnya dilaknati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel