Dahsyatnya Keutamaan 2 Ayat Surah Al-Baqarah Bagi Rezeki Anda

Dahsyatnya Keutamaan 2 Ayat Surah Al-Baqarah Bagi Rezeki Anda
Ilustrasi : ALLAH Sebaik-baik Pemberi Rezeki
 

Dahsyatnya Keutamaan 2 Ayat Surah Al-Baqarah Bagi Rezeki Anda



Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

LANGITALLAH.com | Dahsyatnya Keutamaan 2 Ayat Surah Al-Baqarah Bagi Rezeki Anda
Rezeki manusia telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi setiap manusia selama hidupnya di dunia ini. Hanya saja banyak yang gagal memahami makna bahwa rezeki manusia telah Allah Ta’ala tentukan yang menurut sebagian manusia berpikir bahwa jika demikian rezeki tak perlu lagi dicari-cari sebab Allah telah menentukan apakah kita akan hidup sebagai orang kaya atau orang miskin.

Bahkan bagi sebagian yang lain, berpendapat rezeki merupakan hasil keringat manusia itu sendiri, artinya semakin berusaha keras maka akan semakin memberikan hasil yang banyak. Astaghfirullah. Jika demikian pemikiran kita, maka yang akan memperoleh rezeki terbanyak adalah para buruh kasar yang kerjanya seharian penuh, bahkan tak jarang mereka terpaksa harus bekerja hingga larut malam dan hanya memiliki sedikit sekali waktu istirahat.

Namun faktanya tidak sedikit orang yang bekerja dengan keras akan tetapi tidak membawa hasil sebanding dengan keringat atau usaha yang ia kerjakan. Sebaliknya lagi, ada sebagian manusia yang kerjanya tidak begitu berat justru mendatangkan banyak sekali rezeki dari segala arah.

Coba perhatikan kehidupan seekor cicak, ia merupakan hewan tak bersayap juga tidak agresif dan tak lincah, yang menunggu rezeki makanan dari seekor nyamuk. Lagika sebagian manusia akan menolak fakta ini, bagaimana mungkin seekor cicak dapat memakan seekor nyamuk yang terbang, sementara ia sendiri tidak memiliki sayap?. Siapakah yang sanggup mendatangkan rezeki bagi cicak? Adakah makhluk di muka bumi ini yang sanggup mengatur rezeki si cicak selain dari Allah Ar-Razzaq?

Inilah bukti kekuasaan Allah, bahwa rezeki setiap makhluk itu Allah yang mengaturnya. Hewan seperti cicak saja dijamin rezekinya oleh Allah, maka sangat masuk akal jika rezeki setiap manusia pun telah dijamin oleh Allah ‘Azza wa Jalla.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” [QS. Hud : 6]

Imam Muslim meriwayatkan dari Ibn Mas’ud bahwa pada usia kandungan 120 hari, Allah mengutus malaikat untuk menuliskan beberapa ketetapan atas janin itu, termasuk ketetapan rezeki dan ajalnya.

Rezeki setiap manusia telah dijamin oleh Allah Ta’ala, baik porsi maupun kadarnya. Yang terpisah dari itu adalah bagaimana cara dan usaha manusia sebagai hamba Allah Ta’ala untuk berupaya mendapatkan rezekinya itu. Cara yang baik atau cara yang buruk, semuanya Allah berikan jalan baginya, namun semua itu akan dihisab di hari kiamat nanti.


Keutamaan 2 Ayat Terakhir Al-Baqarah Bagi Rezeki Seorang Hamba


Dalam sebuah hadits dari Abu Mas’ud Al-Badri radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

“Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah pada malam hari, niscaya ia tercukupi.” [HR. Bukhari no.5009 dan Muslim no.808]

Ayat yang dimaksud adalah ayat 285-286 pada surah Al-Baqarah, Allah subahanhu wa Ta’ala berfirman :

آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan seseorang pun di antara rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
[QS. Al Baqarah: 285-286]


Ditemukan penjelasan tentang ayat di atas di dalam Kitab Nuzhatul Muttaqin Syarh Riyadhush Shalihin. Syaikh DR Mustofa Said Al Khin, Syaikh DR Mustofa Al Bugho, Syaikh Muhyidin Mistu, Syaikh Ali Asy Syirbaji dan Syaikh Muhammad Amin Luthfi, mereka menerangkan bahwa salah satu makna tercukupi dalam hadits ini adalah tercukupi keperluan dunia dan akhiratnya serta terhindarkan dari semua keburukan.

Ibnu Katsir juga mencantumkan hadits di atas saat menjelaskan keutamaan dua ayat terakhir surat Al Baqarah ini dalam tafsirnya.


Keutamaan Lain dari Surah Al-Baqarah


Hadist di atas menunjukkan akan keutamaan dua ayat terakhir surah al-Baqarah. Sebagian ulama yang berpendapat bahwa dengan membaca ayat tersebut maka imannya akan diperbaharui oleh karena di dalam ayat tersebut ada sikap berserah diri kepada Allah Ta’ala. Dan ada juga ulama yang berpendapat bahwa ayat tersebut bisa sebagai pengganti dari berbagai dzikir karena di dalamnya sudah terdapat doa untuk meminta kebaikan dunia dan akhirat. [Lihat bahasan Prof. Dr. Musthafa Al-Bugha dalam Nuzhah Al-Muttaqin, hal. 400-401].

Imam Nawawi sendiri menyatakan bahwa maksud dari memberi kecukupan padanya –menurut sebagian ulama- adalah ia sudah dicukupkan dari shalat malam. Maksudnya, itu sudah pengganti shalat malam. Ada juga ulama yang menyampaikan makna bahwa ia dijauhkan dari gangguan setan atau dijauhkan dari segala macam penyakit. Semua makna tersebut kata Imam Nawawi bisa memaknai maksud hadits. [Lihat Syarh Shahih Muslim, 6: 83-84].

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan tentang keutamaan dua ayat tersebut ketika dibaca di malam hari, “Ketahuilah para ikhwan sekalian, kedua ayat ini jika dibaca di malam hari, maka akan diberi kecukupan. Yang dimaksud diberi kecukupan di sini adalah dijaga oleh Allah, juga diperhatikan dalam do’a karena dalam ayat tersebut terdapat doa untuk kebaikan dunia dan akhirat.” [Ahkam Al-Qur’an Al-Karim, 2: 540-541].

Wallahu a’lam

Demikan risalah tentang “Dahsyatnya Keutamaan 2 Ayat Surah Al-Baqarah Bagi Rezeki Anda”, semoga bermanfaat, dan semoga kita menjadi hamba Allah yang senantiasa diberi kebaikan di dunia dan di akhirat nanti.


_______
Label : Doa, 2 ayat terakhir surah al-baqarah, keutamaan, rezeki
Deskripsi : risalah berikut akan menguraikan dahsyatnya keutamaan 2 ayat terakhir surah Al-Baqarah yang juga berpengaruh pada rezeki manusia sebagai hamba Allah Ta’ala.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel