Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wahai Suami, Jangan Buat Isterimu Resah Dengan 5 Dosa Ini

Wahai Suami, Jangan Buat Isterimu Resah Dengan 5 Dosa Ini - keluarga - suami - isteri
gambar ilustrasi "Wahai Suami, Jangan Buat Isterimu Resah Dengan 5 Dosa Ini" by https://www.langitallah.com

Wahai Suami, Jangan Buat Isterimu Resah Dengan 5 Dosa Ini


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

LANGITALLAH.com [Wahai Suami, Jangan Buat Isterimu Resah Dengan 5 Dosa Ini] Setiap manusia, baik laki-laki maupun wanita selalu mendambakan sebuah pernikahan yang hanya sekali seumur hidupnya. Membina rumah tangga dan keluarga bahagia sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, merupakan impian setiap manusia.

Namun tak jarang terjadi, dalam sebuah keluarga, terkadang ada-ada saja penyebab terjadinya kesalahfahaman di antara suami maupun isteri. Suami maupun juga isteri terkadang mudah terperosok dalam perbuatan dosa terhadap pasangannya hingga dapat melukai hati dan membuat pasangannya ( suami / isteri ) menjadi resah. Ingatlah bahwa dosa terhadap pasangan, mengakibatkan kita durhaka kepada kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sebagai manusia biasa, suami ataupun isteri pasti pernah melakukan dosa terhadap pasangannya masing-masing. Sehingga Rasulullah sebagai pembawa risalah memberikan petunjuk-petunjuk bagaimana seorang isteri atau khususnya suami bisa memainkan perannya masing-masing dalam membina kerukunan keluarga dan rumah tangganya sesuai ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sebelum kita mengupas kesalahan atau dosa isteri terhadap suaminya. Adabaiknya kali ini kita khususkan membahas tentang dosa suami sebagai pemimpin dalam rumah tangga dan keluarganya, yang berakibat dapat meresahkan hati isterinya.

Berikut 5 dosa yang sering dilakukan suami terhadap isterinya, yang semoga saja dapat menjadi renungan bagi para pembaca khususnya para laki-laki yang telah bergelar suami, agar suami yang belum melakukannya dapat menghindarinya. Dan jika seorang suami pernah melakukannya, maka semoga artikel ini dapat menjadi perantara hidayah bagi suami-suami ke arah yang lebih baik lagi dalam membina rumah tangga dan keluarganya. Aamiin

1. Suami Tidak Memenuhi Kebutuhan Biologis Isteri nya

Dalam rumah tangga danatau keluarga islami, kita sangat dianjurkan untuk dapat saling memenuhi hasrat biologis masing-masing, baik suami maupun juga isteri. Namun terkadang seorang suami tidak menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami untuk hal-hal biologis isterinya. Suami diwajibkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan sandang dan pangan isteri saja, tapi suami juga harus mampu memenuhi kebutuhan biologis isterinya. Meski juga tak jarang terjadi sebaliknya.

Berbagai alasan dimungkinkan terjadi sehingga seorang suami melalaikan tugasnya sebagai seorang kepala rumah tangga. De beberapa kasus, seorang suami tidak memenuhi kebutuhan biologis isterinya akibat isteri yang sangat kasar saat melakukan hubungan biologis, atau alasan suami capek atau lelah sepulang beraktifitas seharian mencari nafkah buat keluarga, atau dengan alasan lain seperti adanya pihak ke tiga (wanita lain) yang sangat berpotensi merusak rumah tangga dari suami – isteri tadi.

Seorang suami yang tidak mampu memberikan nafkah batin (biologis) isterinya merupakan dosa oleh karena sepasang suami – isteri wajib untuk memenuhi hak-hak pasangannya masing-masing.

2. Suami Yang Malas Mencari Nafkah Untuk Keluarganya

Selain dari wajibnya suami memberikan nafkah batin atau memenuhi kebutuhan biologis isterinya, seorang suami juga wajib memberikan nafkah lahir kepada isterinya, berupa uang, tempat tinggal, pakaian dan makanan.

Dalam sebuah hadits diterangkan mengenai kewajiban seorang suami,

وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Mereka (isteri-isteri itu) berhak mendapatkan nafkah dan pakaian yang layak, yang menjadi tanggung jawab kalian (para suami).” [HR. Muslim]

Suami yang malas mencari nafkah buat keluarganya, tentunya akan membuat isteri dan mungkin juga anak-anaknya menjadi resah, cemas, serta khawatir tak mampu bertahan hidup. Bahkan terkadang seorang suami malah menyuruh isterinya untuk minta bantuan mertuanya (orang tua isterinya) agar dapat mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Atau tak sedikit juga telah berani berbuat nekat dengan mencuri barang dan uang milik orang lain karena dianggapnya itulah pekerjaan yang mudah dan tidak haris setiap hari.

Meskipun tidak banyak suami yang malas mencari nafkah, namun pada kenyataannya masih ada saja yang melakukannya. 

3. Suami Pelit Memberi Nafkah Kepada Isteri nya

Dalam keluarga sebagaimana hadits riwayat muslim menyebutkan sebelumnya, bahwa seorang suami harus memenuhi hak-hak isterinya, termasuk salah satunya nafkah lahir.

Poin sebelumnya disebutkan bahwa suami yang malas mencari nafkah. Namun kali ini justru suami gigih dalam mencari nafkah untuk isterinya, namun suami ini sangat pelit terhadap isterinya, bahkan suami pendosa ketiga ini sangat perhitungan terhadap nafkah yang telah ia berikan kepada isterinya. Singkatnya, suami ini sangat pelit, meski ia memiliki pekerjaan yang baik, jabatan tinggi, gaji besar, namun ia tetap saja pelit terhadap isterinya.

Menurut sebuah riwayat hadits, pernah seorang wanita mengadukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, tentang betapa pelitnya suaminya. Wanita ini lantas bertanya, “apakah boleh mengambil harta suaminya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari?” karena sebenarnya suaminya itu kaya dan memiliki banyak uang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun lantas mengijinkannya mengambil sesuai yang ia butuhkan saja pada hari itu.

Ibnu Qudamah menegaskan, “Memberikan nafkah kepada isteri hukumnya wajib sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آَتَاهُ اللَّهُ

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Sedangkan orang yang disempitkan rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya…” [QS. Ath-Thalaq: 7]
 

4. Suami Yang Berburuk Sangka Kepada Isteri nya

Terkadang ada seorang suami yang menuduh isterinya suka mengambil uang di dompet tanpa izin suaminya terlebih dahulu, meskipun sesungguhnya sang isteri tidak melakukan hal demikian. Bahkan di satu kasus seorang suami berburuk sangka terhadap isterinya, ia mengira bahwa isterinya telah melakukan perselingkuhan melalui SMS dan telepon hanya karena suami ini pernah melihatnya berlama-lama menerima telepon atau membalas SMS dari orang yang ia sendiri tidak ketahui siapa, meskipun sesungguhnya sang isteri hanya menerima telepon dari orang tua atau adiknya yang sedang bercurhat tentang keadaannya.

Parahnya lagi, ada suami yang berburuk sangka kepada isterinya soal kehormatan. Ia takut isterinya selingkuh, sementara ia tahu bahwa isterinya itu seorang yang shalihah.
Ada sebuah anekdot, seorang suami untuk memastikan isterinya tidak berselingkuh, suami ini setiap malam menggambar seekor ikan di perut isterinya, dengan kepala menghadap ke bawah. Setiap malam ia periksa apakah gambar itu masih ada atau tidak. Suatu hari, sang isteri membeli sebuah kosmetik lulur baru. Ia membersihkan seluruh bagian tubuhnya dengan lulur itu, namun tanpa ia sadari gambar ikan itu pun terhapus. Sang isteri sangat takut dan khawatir nanti suaminya curiga yang tidak-tidak akibat kelalaiannya ini. Maka sang isteri pun menggambar kembali ikan itu di perutnya. Tapi sayangnya, ia tidak sadar ia keliru menggambar ikan terbalik, ikannya menghadap ke atas. Sang suami saat memeriksanya pun marah, “Apa yang kau lakukan, mengapa gambar ikannya telah berubah?”, sang isteri yang dituduh bukan-bukan tak mau kehilangan akal. “Mungkin ikan ini gak tahan baunya, jadi ia berbalik menghadap ke atas.”

Berburuk sangka memang amalan hati, namun ia bisa saja membuat ucapan dan perbuatannya tak terkendali sehingga membuat isteri resah akibat dicurigai dan selalu dianggap salah hampir dalam segala hal. Perilaku berburuk sangka adalah perbuatan yang diharamkan dalam ajaran Islam.

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Al-Bukhari danImam Muslim, menyebutkan,

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ

“Waspadalah dengan buruk sangka, karena buruk sangka adalah sejelek-jeleknya perkataan dusta.” [HR. Bukhari dan Muslim]

5. Suami Yang Mengkhianati cinta isteri nya

Di zaman millenial ini, banyak sekali sarana yang tersedia yang dapat mengakibatkan seorang terjerumus dalam kesesatan yang nyata. Perselingkuhan dan perzinahan misalnya, dapat saja terjadi dalam hitungan menit dimana dan kapan saja. Media sosial saat ini dalam genggaman tangan, sarana untuk berselancar di dunia maya sudah sedemikian mudah dan murah untuk diperoleh. Hampir setiap keluarga dan rumah tangga memiliki sarana itu, ya, ponsel atau handphone berbasis android.

Kita tak mungkin menyalahkan para produsen hanphone tersebut. Kesalahan letaknya pada siapa yang menggunakannya. Jika ia digunakan untuk hal-hal yang positif tentu saja akan membawa keberkahan dalam keluarga dan rumah tangga. Namun jika ia digunakan untuk hal-hal yang negatif, seperti berhalo-halo ria dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, na’udzubillah, tentu itu dilarang dalam agama islam.

Seorang suami yang ketagihan berselancar di dunia maya, bukan tidak mungkin akan mencoba-coba jalan yang tidak halal tersebut. Akhir-akhir ini, berita tentang kasus pengkhianatan cinta semakin banyak. Mulai selingkuh, berzina, hingga yang terselubung dalam bentuk pacaran dengan wanita yang tidak halal baginya. Suami selingkuh dalam hal ini merupakan dosa yang paling meresahkan isteri dibandingkan dengan jika suami berzina di tempat pel4curan. Sebab selingkuh bukan hanya sekedar berzina tetapi juga ada ikatan cinta dan hubungan emosional. Wajar jika isteri sangat marah dan tersakiti sebab ia akan merasa dikhianati oleh suaminya.

Kalimat “Suami selingkuh dalam hal ini merupakan dosa yang paling meresahkan isteri dibandingkan dengan jika suami berzina di tempat pel4curan”, bukan berarti menghalalkan pel4curan, dan itu bukan berarti zina di mata Allah dosanya ringan. Bahkan berzina adalah dosa yang sangat besar, apalagi ditambah dengan dosa berselingkuh, tentu hitungan dosanya lebih dari itu.

Allah Subhanhau wa Ta’ala bukan hanya melarang zina tetapi juga melarang mendekati zina.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” [QS. Al-Isra’: 32]

Demikian ulasan keluarga yang sempat kami sajikan, dan kami pesankan kepada para Suami, “jangan membuat isterimu resah dengan 5 dosa" di atas. 5 dosa suami yang paling meresahkan isteri. Semoga dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca, dan bagi mereka yang mau menyampaikan pengetahuan ini kepada muslim yang lain, utamanya bagi para suami, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatinya dan memberikan pahala amal Jariyyah di sisinya sebagai bekal investasinya nanti di akhirat kelak. Aamiin.

Wallahu a’lam bishshawab

____________
Referensi : Webmuslimah.com

Label : Keluarga, Isteri, Suami, 5 Dosa Suami

Deskripsi : Dalam sebuah keluarga, terkadang ada-ada saja penyebab terjadinya kesalahfahaman di antara suami maupun isteri. Suami maupun juga isteri terkadang mudah terperosok dalam perbuatan dosa terhadap pasangannya hingga dapat melukai hati dan membuat pasangannya ( suami / isteri ) menjadi resah. Ingatlah bahwa dosa terhadap pasangan, mengakibatkan kita durhaka kepada kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah 5 dosa suami yang membuat isteri resah