INILAH JAWABAN ADZAN DAN DOA SETELAH ADZAN

Inilah Jawaban Adzan Dan Doa Setelah Adzan
Ilustrasi : Adzan oleh seorang Mu'adzin

Inilah Jawaban Adzan Dan Doa Setelah Adzan


Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

LANGITALLAH.com | Inilah Jawaban Adzan Dan Doa Setelah Adzan
Suara Adzan adalah suara yang paling merdu yang tak pernah berhenti berkumandang sepanjang hari di muka bumi ini. Adzan merupakan seruan bagi kaum muslimin untuk bersegera mendirikan shalat fardhu pada lima waktu shalat yang telah tentukan waktunya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi umat Islam.

Namun tak sedikit di antara kita mengenal adzan hanya sebatas sebagai tanda masuknya waktu shalat fardhu. Masih banyak yang belum mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya agar menjawab kalimat seruan adzan ketika mendengarnya dikumandangkan oleh seorang muadzin.

Lalu apa saja jawaban yang harus diucapkan ketika mendengar suara adzan berkumandang?
 

Bacaan Ketika Mendengar Suara Adzan


Seseorang yang mendengar suara adzan, hendaknya mengucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh muadzin tersebut, kecuali pada kalimat : “Hayya 'alashshalaah” dan “Hayya 'alal falaah”. Maka jawaban yang diucapkan adalah :

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
[HR. Al-Bukhari 1/152 dan Muslim 1/288]

Dari Abu Sa’id Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan muadzin.”
[Shahih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (II/90 no. 661)], Shahiih Muslim (I/288 no. 383), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/224 no. 518), Sunan at-Tirmidzi (I/134 no. 208), Sunan Ibni Majah (I/238 no. 720), dan Sunan an-Nasa-i (II/23)]

Dalam riwayat yang lain menyebutkan bahwa,
Dari ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika muadzin mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka hendaklah salah seorang di antara kalian (juga) mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Hayya ‘alash shalaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’ Kemudian jika mu-adzin mengucapkan, ‘Hayya ‘alal falaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Maka ia mengucapkan, ‘Allaahu akbar, Allaahu akbar.’ Kemudian jika muadzin mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah.’ Maka ia mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah,’ dengan hati yang tulus, maka dia akan masuk Surga.”
[Shahih Sunan Abi Dawud (II/169 no. 495), Shahiih Muslim (I/289 no. 385) dan Sunan Abi Dawud (Aunul Ma’buud (II/228 no. 523)]

Barangsiapa mengucapkan seperti yang diucapan oleh petugas adzan (muadzin), dan juga ketika muadzin mengucapkan hayya ‘alatain (“Hayya ‘alash shalaah” dan “hayya ‘alal falaah”), ia mengucapkan, “Laa haula walaa quwwata illaa billaah”, atau menggabungkan antara apa yang diucapkan oleh muadzin dan hauqalah (“Laa haula walaa quwwata illaa billaah”), maka dia telah berbuat benar insya Allah.


Bacaan dan Doa Setelah Mendengar Adzan


Setelah muadzin selesai mengumandangkan adzan, maka hendaklah berdoa sebagaimana doa-doa yang dianjurkan berikut ini

Bacaan Doa Setelah Adzan 1

وَأَنَا أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـ?هَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلاً، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا

Wa anaa asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rosuuluh, rodhiitu billaahi robbaa, wa bi muhammadin rosuulaa, wa bil islaami diinaa.
“Aku bersaksi, bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Aku rela Allah sebagai Tuhanku, Muhammad sebagai Rasulku dan Islam sebagai agamaku (yang benar).”
[HR. Ibnu Khuzaimah 1/220]
 

Bacaan Doa Setelah Adzan 2
Membaca shalawat kepada Nabi Shallallahu'alaihi wasallam sesudah adzan.
[HR. Muslim 1/288]
 

Bacaan Doa Setelah Adzan 3

اَللَّهُمَّ رَبَّ هَـ?ذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ

Allaahumma robba haadzihid-da'watit-taammah, wash-sholaatil qoo-imah, aati muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab'ats-hu maqooman mahmuudanil-ladzii wa 'adtah.
“Ya Allah, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah Al-Wasilah (derajat di Surga, yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi) dan fadhilah kepada Muhammad. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan.”
[HR. Al-Bukhari 1/152]
 

Bacaan Doa Setelah Adzan 4
Berdoa untuk diri sendiri antara adzan dan iqamah, sebab doa pada waktu itu dikabulkan.
Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلدُّعَاءُ لاَيُرَدُّ بَيْنَ اْلأَذَانِ وَاْلإِقَامَةِ.

“Do’a antara adzan dan iqamat tidak ditolak.”
[Shahih: Sunan Abi Dawud (no. 489), Sunan at-Tirmidzi (I/137 no. 212) dan Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/224 no. 517)]


Janji Syafaat Nabi Bagi Penjawab Adzan Lalu Berdoa Setelah Mendengar Adzan


Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, dia mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُوْلُوْا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ، ثُمَّ صَلُّوْا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّـى عَلَيَّ صَلَّى اللهُ بِهَا عَلَيْهِ عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوْا اللهَ لِيَ الْوَسِيْلَةَ، فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُوْنَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ اللهَ لِيَ الْوَسِيْلَةَ حَلَّتْ عَلَيْهِ الشَّفَاعَةِ.

“Jika kalian mendengar mu-adzin, maka ucapkanlah sebagaimana yang ia ucapkan. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena barangsiapa yang bershalawat untukku sekali, maka dengannya Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah al-wasilah kepada Allah untukku. Ia adalah sebuah tempat di Surga yang tak diraih kecuali oleh seorang hamba di antara hamba-hamba Allah. Dan aku berharap ia adalah aku. Barangsiapa memintakan untukku wasilah kepada Allah, maka dia layak mendapat syafa’atku.”
[Mukhtashar Shahiih Muslim (no.198), Shahiih Muslim (I/288 no.384), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/225 no.519), Sunan at-Tirmidzi (V/ 247 no.3694) dan Sunan an-Nasa-i (II no.25)]

Dari Jabir, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَالَ عِنْدَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ: “اَللّهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَـائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا اَلْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ،” حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

“Barangsiapa yang ketika mendengar adzan mengucapkan, ‘Ya Allah, Rabb seruan yang sempurna ini serta shalat yang didirikan. Berikan bagi Muhammad wasilah dan keutamaan. Tempatkanlah ia pada kedudukan yang mulia sebagaimana Kau janjikan.’ Maka dia layak mendapat syafa’atku pada hari Kiamat.”
[Shahih: Irwaa’ul Ghaliil (no.243), Shahih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (II/94 no.614), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (II/231 no.525), Sunan at-Tirmidzi (I/136 no.211), Sunan an-Nasa-i (II/27) dan Sunan Ibni Majah (I/239 no.722)]

Wallahu a’lam bishshawab

Demikian ulasan mengenai Adzan yang berjudul “Inilah Jawaban Adzan Dan Doa Setelah Adzan”, semoga dapat memberi manfaat bagi sekalian pembaca, serta dapat menambah khasanah pengetahuan agama dan keimanan kita. Semoga kita senantiasa dalam lindungan Rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin.


Sumber :
  1. Hisnul Muslim.
  2. kitab Al-Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil Aziiz, Penulis Syaikh Abdul Azhim bin Badawai al-Khalafi

Label : Doa, Hadits, Adzan, Menjawab Adzan, Doa Setelah Adzan
Deskripsi : Adzan adalah seruan bagi umat islam untuk bersegera mendirikan shalat fardhu. Namun sedikit yang mengetahui ada janji Rasulullah bagi siapa saja yang mau menjawab adzan dan berdoa setelah muadzin selesai mengumandangkan adzan. Inilah dalil hadits tentang janji Rasulullah itu

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel