Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

HUKUM MENUMBUHKAN JENGGOT DENGAN OBAT PENUMBUH JENGGOT

Hukum Menumbuhkan Jenggot Dengan Obat Penumbuh Jenggot
ilustrasi : Lelaki berjenggot

HUKUM MENUMBUHKAN JENGGOT DENGAN OBAT PENUMBUH JENGGOT


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

LANGITALLAH.comHukum Menumbuhkan Jenggot Dengan Obat Penumbuh Jenggot Tak hanya sebatas busana, jenggot saat ini seakan sudah menjadi tren kalangan pemuda masa kini. Tak hanya umat muslim terkadang kita dapat melihat bahwa tak sedikit dari mereka non muslim memelihara jenggot mereka dengan menggunakan obat-obatan khusus penumbuh jenggot.

Terlebih bagi para lelaki, menumbuhkan jenggot dianggap sebagai penampilan lelaki jaman now. Bahkan bagi mereka yang mungkin tak ditakdirkan untuk memiliki jenggot yang lebat lebih memilih untuk menggunakan obat penumbuh jenggot agar terlihat kekinian.

Mungkin bagi kalangan umat muslim, jenggot merupakan perintah agama. Namun bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki jenggot tapi sangat berkeinginan memiliki jenggot?, lalu bagaimana juga dengan mereka yang memiliki jenggot namun tumbuhnya tidak merata dan malah terlihat tidak sedap dipandang jika membiarkan jenggotnya tumbuh panjang?. Apakah dalam perkara menumbuhkan jenggot ini, boleh menggunakan obat penumbuh jenggot?. Pertanyaan ini kadangkala muncul tentang apa hukumnya seorang laki-laki yang memanjangkan jenggot dengan memakai obat penumbuh jenggot agar bisa seperti tumbuh lebat?

Hukum Menumbuhkan Jenggot Dengan Obat Penumbuh Jenggot


Hukum Menumbuhkan Jenggot Dengan Menggunakan Obat Penumbuh Jenggot


Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny, Lc., M.A (Dewan Pembina Yayasan Risalah Islam), menjelaskan perihal menumbuhkan jenggot dengan obat penumbuh jenggot ini, yang didasari oleh berbagai pendapat dari kalangan para ulama.
 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan agar umatnya dapat memelihara jenggot dan mencukur kumisnya agar tidak menyerupai kaum tahudi yang membiarkan kumisnya lebat. Perintah memelihara jenggot yang dimaksud di sini adalah dalam arti membiarkan jenggot itu tumbuh, dan tidak mencukur atau memangkasnya.

Dalam urusan lebat tidaknya jenggot, perlu difahami bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah memerintahkan umatnya untuk menumbuhkan jenggot, karena yang menumbuhkan jenggot bukanlah tugas manusia, melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menumbuhkannya. Sehingga, dalam perkara menumbuhkan jenggot ini, sebagian ulama memakruhkan untuk menggunakan obat khusus untuk menumbuhkan jenggot. Mengingat perbuatan menumbuhkan jenggot atau semacamnya merupakan salah satu bentuk takalluf (membebani diri dengan sesuatu yang di luar kemampuannya).

Seorang Ulama Hanafiyyah, Ibnu Nujaim mengatakan,

ولا يُفعل لتطويل اللحية إذا كانت بقدر المسنون وهو القبضة

“Tidak boleh menggunakan minyak untuk memanjangkan jenggot, apabila sudah seukuran yang dianjurkan, yaitu segenggam." [al-Bahr ar-Raiq, 2/302]

Menurut an-Nasaai, maksud beliau adalah Makruh.

Kemudian, pada sebagian ulama yang lain telah memberikan rincian,
“Jika tumbuhnya jenggot tidak rapi, sehingga terlihat tidak bagus dan memalukan, boleh digunakan obat, karena semacam ini bagian dari aib.
Namun jika jenggot belum tumbuh karena masalah usia atau bawaan gen, tidak dianjurkan untuk menggunakan obat, dan sebaiknya dibiarkan tumbuh alami.”


Keterangan ini disampaikan Imam Ibnu Utsaimin, ketika menjawab pertanyaan tentang hukum menggunakan obat penumbuh jenggot karena tidak rapi,

إذا كان يرجو نباته بنفسه فلا يحاول لأن هذا ليس بعيب إذ أن كثيرا من الشباب الذين هم في ابتداء نبات لحاهم لا تنبت اللحية مستوية جميعا فهذا ينتظر , أما إذا كان عيبا بحيث نعلم

“Jika dia menginginkan jenggot itu tumbuh alami, maka jangan menggunakan obat. Karena semacam ini bukan aib. Karena banyak pemuda, di fase awal tumbuhnya jenggot mereka, biasanya jenggot mereka tidak tumbuh secara merata. Sehingga sebaiknya dia tunggu.
Namun jika itu aib, dimana dia sudah putus asa jenggotnya tidak tumbuh sendiri, maka tidak masalah dia menggunakan obat, sehingga bagian yang kosong jenggot, bisa tumbuh jenggotnya. Terlebiih jika terlihat jelek. Akan tetapi jika tidak jelek, yang lebih afdhal, tidak diberi obat apapun, agar tumbuhnya alami.”
[Liqa’at al-Bab al-Maftuh, 1080]

Demikian artikel tentang “Hukum Menumbuhkan Jenggot Dengan Obat Penumbuh Jenggot”, semoga dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca, dan bagi mereka yang mau menyampaikan pengetahuan ini kepada muslim yang lain, utamanya bagi mereka yang memiliki kerabat dan sahabat yang meiliki kasus yang serupa tentang memelihara jenggot. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatinya dan memberikan pahala amal Jariyyah di sisinya sebagai bekal investasinya nanti di akhirat kelak. Aamiin.

Wallahu a’lam bishshawab

____________
Referensi : Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny, Lc., M.A (Dewan Pembina Yayasan Risalah Islam)

Label : Keluarga, Akhlak, jenggot, Menumbuhkan jenggot, Menumbuhkan jenggot dengan obat

Deskripsi : Tak hanya sebatas busana, jenggot saat ini seakan sudah menjadi tren kalangan pemuda masa kini. Tak hanya umat muslim terkadang kita dapat melihat bahwa tak sedikit dari mereka non muslim memelihara jenggot mereka dengan menggunakan obat-obatan khusus penumbuh jenggot. Lalu apa hukum menumbuhkan jenggot dengan obat penumbuh jenggot? Berikut ulasan berdasarkan pendapat dari kalangan ulama.