DALIL DOA KELUAR RUMAH DAN DOA MASUK RUMAH

Dalil Doa Keluar Rumah Dan Doa Masuk Rumah
Ilustrasi : Kalimat Motivasi Doa
 

Dalil Doa Keluar Rumah Dan Doa Masuk Rumah


Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

LANGITALLAH.com | Dalil Doa Keluar Rumah Dan Doa Masuk Rumah
Entah berapakali kita dalam sehari melakukan aktifitas ini. Aktifitas yang pada umumnya orang menganggap sebuah rutinitas yang tidak perlu perhatian khusus. Ya, aktifitas keluar dan masuk rumah.

Keluar rumah atau masuk rumah bagi sebagian orang memang tidak membutuhkan perhatian khusus. Namun begitu sempurnanya ajaran islam sehingga aktifitas yang dianggap sepele ini diberikan tuntunan agar manusia memperoleh keberkahan serta pahala dari sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bagi umat islam aktifitas keluar rumah atau masuk rumah diberikan tuntunan doa – doa yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan telah diamalkan dan dibiasakan oleh para sahabat beliau. Oleh karena segala aktifitas manusia sudah sebaiknya tidak terlepas dari doa – doa permohonan perlindungan serta keselamatan dari Rabb semesta ‘alam.

Berikut beberapa doa yang dapat diamalkan seorang muslim ketika melakukan aktifitas keluar rumah dan juga aktifitas masuk rumah.

 

DOA KELUAR RUMAH DAN DOA MASUK RUMAH

di bawah ini telah terhimpun doa-doa terkait perkara masuk dan keluar rumah yang disandarkan pada hadits - hadits termasuk di dalamnya akan disajikan hadits tentang doa keluar rumah yang memiliki sanad yang lemah atau sering disebut sebagai hadits dha'if.

Doa Keluar Rumah 1


بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Bismillaah, tawakkaltu 'alallaah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
(Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). 
[HR. Abu Dawud 5095, At-Tirmidzi 3426 dan dishahihkan oleh al-Albani].

Dalam hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan keutamaan doa ini,
“Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian dia membaca: (seperti doa di atas), maka disampaikan kepadanya, ‘Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi’. Seketika itu setan-setanpun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, ‘Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi?’.”

Makna “disampaikan kepadanya” adalah bahwa yang menyampaikan kalimat tersebut adalah Malaikat. Malaikat itu mengatakan kepada orang yang membaca doa sebagaimana doa tersebut di atas ketika keluar rumah, ‘Wahai hamba Allah, kamu telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi’. [Tuhfatul Ahwadzi, Syarh Sunan Turmudzi, 9/271].


Doa Keluar Rumah 2


اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

Allaahumma innii a'uudzu bika an adhilla au udhalla, au azilla au uzalla, au azhlima au uzhlama, au ajhala au yujhala 'alayya.
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu, jangan sampai aku sesat atau disesatkan (setan atau orang yang berwatak setan), berbuat kesalahan atau disalahi, menganiaya atau dianiaya (orang), dan berbuat bodoh atau dibodohi). 
[HR. Abu Dawud 5094, Nasai 5486, Ibnu Majah 3884 dan dishahihkan al-Albani].

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,
“Setiap kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari rumahku, beliau mengarahkan pandangannya ke langit, kemudian berdoa: (sebagaimana doa tersebut di atas).”

Doa ini menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki ketergantungan atau senantiasa berserah diri hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Meskipun sesungguhnya beliau adalah seorang nabi dan juga rasul, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memohon perlindungan hanya kepada Allah Ta’ala.

Sebagaimana bunyi hadits di atas, doa ini dibaca ketika telah berada di luar rumah atau di depan pintu rumah yang dapat terlihat jelas langit di angkasa, sambil mengarahkan pandangan ke atas (langit), sebagaimana yang dituturkan oleh Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha dalam hadits di atas.


Doa Masuk Rumah 1


Masuk rumah di awali dengan mengucapkan basmallah,

بِسْمِ اللَّهِ

Bismillaah. (Dengan nama Allah). 
[HR. Muslim no.2018].

Hadits ini menganjurkan kepada kita agar senantiasa menyebut nama Allah setiap kali masuk rumah, agar setan-setan yang berada di luar rumah tidak turut masuk ke dalam rumah bersama-sama dengan kita.

Berikut ini kalimat lengkap hadits tersebut di atas :
Dalam hadis dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang memasuki rumahnya lalu dia menyebut nama Allah saat masuk rumah, begitu pula saat dia makan, maka setan pun berkata (pada teman-temannya), ‘Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.’ Ketika dia masuk rumahnya tanpa menyebut nama Allah, setan-pun mengatakan (pada teman-temannya), ‘Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.’ Dan ketika dia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setanpun berkata, ‘Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.’”

Secara umum hadits tersebut di atas menunjukkan anjuran untuk senantiasa mengingat Allah dengan berdzikir, dan dengan menyebut nama Allah ketika masuk rumah dan ketika hendak makan.


Doa Masuk Rumah 2


Masuk rumah dengan mengucapkan salam,

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ

As-salaamu 'alaikum. (Semoga keselamatan atas kalian).

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padanya,
“Wahai anakku, jika engkau memasuki rumah dan menemui keluargamu, ucapkanlah salam biar datang berkah padamu dan juga pada keluargamu.” 
[HR. Tirmidzi no. 2698. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Namun Syaikh Al-Albani merujuk pendapatnya dan menshahihkan hadits ini dalam Shahih Al-Kalim 47].

Juga terdapat perintah dalam ayat Al Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
 
“...Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya” [QS. An-Nuur : 61].

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Jika engkau masuk rumah dan menemui keluargamu, maka ucapkanlah salam pada mereka sebagai salam penghormatan di sisi Allah dan juga untuk mendapatkan berkah yang baik.” [Diriwayatkan dalam Al-Adabul Mufrad, no.1095].

Jika diberi salam, maka hendaklah dibalas sebagaimana perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala yang tertulis dalam Al-Qur'an,
 
وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا
 
"Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu" [QS. An-Nisaa’ : 86].

Sebagian ulama mengatakan, jika ada yang memberi salam, maka balaslah dengan yang lebih sempurna atau balaslah dengan yang semisal. Membalas dengan lebih sempurna dihukumi sunnah, sedangkan membalas dengan yang semisal dihukumi wajib. [Shahih Al-Adab Al Mufrad, 3: 219].

Ketika memasuki rumah diucapkan salam “assalamu ‘alaikum wa rahmatullah", maka yang semisal adalah dengan jawaban “wa‘alaikum salam wa rahmatullah.”, sedangkan yang lebih sempurna adalah menjawab dengan kalimat “wa‘alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh”.

Syaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimin berkata,
“Jika engkau memasuki suatu rumah, maka ucapkanlah salam pada orang yang ada di dalam baik pada keluarga, teman, atau selain itu. Ini termasuk sunnah. Wallahul muwaffiq.” [Syarh Riyadhis Shalihin, 4: 414].

Diriwayatkan oleh Abu Umamah Al-Bahili, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ada tiga orang yang mendapat jaminan dari Allah, (di antaranya) seseorang yang masuk rumahnya dengan mengucapkan salam, maka dia mendapatkan jaminan dari Allah.” [HR. Abu Dawud no. 2494, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud: shahih].


Doa Masuk Rumah 2 (Hadis Dha'if (Lemah))

 
Dari sekian banyak hadits yang shahih tentang doa masuk rumah, ada sebuah hadis dha’if yang menyebutkan tentang bacaan khusus doa ketika masuk rumah. Hadis tersebut dari Abu Malik al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang memasuki rumahnya, maka hendaknya dia mengucapkan, ‘Allahumma inni as-aluka khairal mawlaji wa khairal makhraji, bismillahi walajnaa wa bismillahi kharajnaa wa alallahi rabbinaa tawakkalnaa.’ (Ya Allah, aku memohon pada-Mu kebaikan ketika masuk dan keluar dari rumah. Dengan nama Allah kami masuk, dan dengan nama Allah kami keluar, dan hanya kepada Allah Rabb kami, kami bertawakkal). Lalu hendaklah menyampaikan salam pada keluarganya.” [HR. Abu Dawud 5096. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if. Hadis ini juga dinilai dha’if oleh al-Albani].


Doa Masuk Rumah Ketika Tidak Ada Orang Di dalamnya


Doa masuk rumah ketika di dalam rumah tersebut tidak ada seorang pun, adalah :

اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِيْنَ

As-salaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shaalihiin.
(Semoga keselamatan atas kami dan hamba-hamba Allah yang shalih).
[HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad 806/1055. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Al Fath, 11: 17].

Menyampaikan atau mengucapkan salam kepada rumah yang tidak ada seorangpun di dalam rumah tersebut bukan perkara wajib, namun ini merupakan sunnah. Dan sunnah yang dikerjakan akan mendapatkan pahala dan keutamaan di dalamnya.

Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,
“Jika seseorang masuk rumah yang tidak didiami, maka ucapkanlah ‘As-salaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shaalihiin’.”

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitab Al-Adzkar berkata, “Disunnahkan bila seseorang memasuki rumah sendiri untuk mengucapkan salam meskipun tidak ada penghuninya. Yaitu ucapkanlah: As-salaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shaalihiin. Begitu pula ketika memasuki masjid, rumah orang lain yang kosong, disunnahkan pula mengucapkan salam “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish shaalihiin. Assalamu ‘alaikum ahlal bait wa rahmatullah wa barakatuh”. [Kitab Al-Adzkar, hal. 468-469].

Maksud kalimat “Assalamu ‘alainaa” menunjukkan seharusnya do’a dimulai untuk diri sendiri dulu baru orang lain. Sedangkan kalimat “wa ‘ala ‘ibadillahish shaalihiin”, yaitu salam pada hamba yang shaleh, maksud shaleh adalah orang yang menjalani kewajiban, hak Allah dan juga hak hamba. [Syarh Shahih Al Adabil Mufrad, 3: 186].

Wallahu a’lam

Demikian risalah tentang “Dalil Doa Keluar Rumah Dan Doa Masuk Rumah”, semoga bermanfaat dan dapat menambah serta mempertebal iman kita bahwa tidak ada daya dan kekuatan yang sanggup menimpa seseorang kecuali atas izin dan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.

________
Label : Aqidah, Akhlak, Doa, Hadits, Keluarga, Doa Masuk Rumah, Doa Keluar Rumah
Deskripsi : Bagi umat islam aktifitas keluar rumah atau masuk rumah diberikan tuntunan doa oleh karena segala aktifitas manusia sudah sebaiknya tidak terlepas dari doa – doa permohonan perlindungan serta keselamatan dari Rabb semesta ‘alam.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel