Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

AKHIR ZAMAN ILMU AGAMA PERLAHAN-LAHAN AKAN HILANG

Akhir Zaman Ilmu Agama Perlahan-lahan Akan Hilang
gambar ilustrasi "Akhir Zaman Ilmu Agama Perlahan-lahan Akan Hilang" by https://www.langitallah.com

AKHIR ZAMAN ILMU AGAMA PERLAHAN-LAHAN AKAN HILANG


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

LANGITALLAH.com [Akhir Zaman Ilmu Agama Perlahan-lahan Akan Hilang] - Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengabarkan tentang salah satu keadaan umat islam akhir zaman, ketika masa penghancuran dunia (kiamat) akan segera tiba. Keadaan yang dimaksud adalah keadaan dimana ilmu agama perlahan-lahan akan hilang. Hilang bukan berarti bukan tiba-tiba lenyap, akan tetapi ilmu agama akan hilang dengan cara berkurangnya para alim ulama yang secara perlahan-lahan akan habis pada satu masa.

Dari Abdullah bin Amr bin 'ash radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Bahawasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mencabut (menghilangkan) ilmu itu sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka apabila sudah tak ada alim ulama, orang-orang (kebanyakan) akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain." [HR. Riwayat Muslim]

Tak bisa dipungkiri, bahwa para alim ulama merupakan para pewaris ilmu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka hadir di tengah-tengah ummat untuk menyampaikan risalah agama sebagaimana yang pernah Rasulullah sampaikan kepada umatnya dahulu. Para alim ulama adalah sumber ilmu terakhir harapan manusia agar apa yang terkandung dalam Al-Qur’an dan sunnah Nabi Sahallallahu ‘alaihi wasallam bisa terjelaskan dengan terang benderang, agar kita semua tidak menjadi manusia yang rugi. Ulama adalah bukti kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia, agar manusia bisa menjadi manusia yang menggunakan akal pikirannya, agar bisa membedakan yang haq dan yang bathil, agar dapat saling ingat mengingatkan dalam kebaikan dan sabar.

Keadaan ulama saat ini, sangat berbeda dengan keadaan ulama terdahulu. Jumlah alim ulama saat ini sudah sangat sedikit dan semakin berkurang (yang benar-benar ikhlas lillahi ta’ala). Satu per satu mereka pergi meninggalkan ummat. Peribahasa Melayu mengatakan, "Patah tumbuh, hilang berganti", namun peribahasa ini tidak tepat disandingkan dengan keadaan para alim ulama saat ini. Mereka pergi tanpa meninggalkan ulama-ulama yang baru. Sehingga akan sampailah suatu saat dimana di atas permukaan bumi ini akan kosong dari alim ulama.

Sehingga pada masa itu sudah tidak ada arti lagi kehidupan di dunia ini. Dunia ini dipenuhi dengan kesesatan dan kemaksiatan. Manusia telah benar-benar kehilangan nilai dan pegangan hidup. Karena sebenarnya kehadiran para alim ulama-lah yang dapat memberikan makna dan arti pada kehidupan manusia di muka bumi ini. Maka apabila alim ulama telah benar-benar hilang di atas bumi ini, maka akan hilanglah segala sesuatu yang bernilai baik dan bumi ini akan dipenuhi dengan orang-orang yang gemar melakukan kemaksiatan.

Dengan wafatnya para ulama, berarti Allah telah mulai mengangkat ilmu dari manusia.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺍﻧْﺘِﺰَﺍﻋَﺎً ﻳَﻨْﺘَﺰِﻋُﻪُ ﻣﻦ ﺍﻟﻌِﺒﺎﺩِ ﻭﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺑِﻘَﺒْﺾِ ﺍﻟﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﺣﺘَّﻰ ﺇﺫﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺒْﻖِ ﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺭﺅﺳَﺎً ﺟُﻬَّﺎﻻً ، ﻓَﺴُﺌِﻠﻮﺍ ﻓَﺄَﻓْﺘَﻮْﺍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ ﻓَﻀَﻠُّﻮﺍ ﻭَﺃَﺿَﻠُّﻮﺍ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menggangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah menanggkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. mereka sesat dan menyesatkan.“ [HR. Al-Bukhari]

Dalam penjelasan Imam An-Nawawi rahimahullah, ia berkata,

ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻳﺒﻴﻦ ﺃﻥ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﻘﺒﺾ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﻲ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﺴﺎﺑﻘﺔ ﺍﻟﻤﻄﻠﻘﺔ ﻟﻴﺲ ﻫﻮ ﻣﺤﻮﻩ ﻣﻦ ﺻﺪﻭﺭ ﺣﻔﺎﻇﻪ ، ﻭﻟﻜﻦ ﻣﻌﻨﺎﻩ ﺃﻧﻪ ﻳﻤﻮﺕ ﺣﻤﻠﺘﻪ ، ﻭﻳﺘﺨﺬ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺟﻬﺎﻻ ﻳﺤﻜﻤﻮﻥ ﺑﺠﻬﺎﻻﺗﻬﻢ ﻓﻴﻀﻠﻮﻥ ﻭﻳﻀﻠﻮﻥ .

Hadits ini menjelaskan bahwa maksud diangkatnya ilmu yaitu sebagaimana pada hadits-hadits sebelumnya secara mutlak. Bukanlah menghapuskannya dari dada para penghapalnya, akan tetapi maknanya adalah wafatnya para pemilik ilmu tersebut. Manusia kemudian menjadikan orang-orang bodoh untuk memutuskan hukum sesuatu dengan kebodohan mereka. Akhirnya mereka pun sesat dan menyesatkan orang lain”. [Syarh Nawawi Lishahih Muslim 16/223-224]

Saat ini kita dapat melihat semua gejala-gejala yang menunjukkan dekatnya masa itu (akhir zaman) sebagaimana yang dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dimana jumlah alim ulama hanya tinggal sedikit dan usaha untuk melahirkannya pula tidak mendapat perhatian yang sewajarnya.

Sekolah madrasah, pondok pesantren, dan langgar-langgar serta tempat-tempat yang biasa digunakan untuk menuntut ilmu agama saat ini kurang mendapat perhatian dari para cerdik pandai. Mereka banyak mengutamakan pengkajian-pengkajian pada urusan dunia yang bisa mendatangkan  keuntungan harta benda dunia.

Saat ini juga bisa kita rasakan desakan para sekuler dan para anti ajaran islam, dengan berbagai produk hukum yang mengungkung aktifitas keagamaan. Mulai dari membuat aturan larangan memakai pengeras suara adzan, penghapusan kurikulum pendidikan agama islam di tingkat sekolah, dan banyak rencana lain yang tentunya akan sangat mengundang reaksi besar bagi umat islam yang masih memiliki akidah dan pemahaman yang baik tentang Al-Qur’an dan hadits (sunnah). Ini tentu saja sangat bertentangan dengan syariat islam dan nilai-nilai toleransi umat beragama di negeri ini. Tapi inilah kenyataan yang tengah terjadi di tanah air yang kita cintai ini.

Maka dengarlah wahai sahabatku, hendaknya kita terus bersemangat mempelajari ilmu agama dan mengamalkannya. Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,

ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﺮﻓﻊ ﻭﺭﻓﻌﻪ ﻣﻮﺕ ﺭﻭﺍﺗﻪ، ﻓﻮﺍﻟﺬﻱ ﻧﻔﺴﻲ ﺑﻴﺪﻩ ﻟﻴﻮﺩّﻥّ ﺭﺟﺎﻝ ﻗﺘﻠﻮﺍ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺷﻬﺪﺍﺀ ﺃﻥ ﻳﺒﻌﺜﻬﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻤﺎﺀ ﻟﻤﺎ ﻳﺮﻭﻥ ﻣﻦ ﻛﺮﺍﻣﺘﻬﻢ، ﻓﺈﻥ ﺃﺣﺪﺍ ﻟﻢ ﻳﻮﻟﺪ ﻋﺎﻟﻤﺎ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﺎﻟﺘﻌﻠﻢ

“Wajib atas kalian untuk menuntut ilmu, sebelum ilmu tersebut diangkat/dihilangkan. Hilangnya ilmu adalah dengan wafatnya para periwayatnya/ulama. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh orang-orang yang terbunuh di jalan Allah sebagai syuhada, mereka sangat menginginkan agar Allah membangkitkan mereka dengan kedudukan seperti kedudukannya para ulama, karena mereka melihat begitu besarnya kemuliaan para ulama. Sungguh tidak ada seorang pun yang dilahirkan dalam keadaan sudah berilmu. Ilmu itu tidak lain didapat dengan cara belajar .” [ Al-’Imu Ibnu Qayyim, hal. 94]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻳَﺘَﻘَﺎﺭَﺏُ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥُ ﻭَﻳُﻘْﺒَﺾُ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢُ ﻭَﺗَﻈْﻬَﺮُ ﺍﻟْﻔِﺘَﻦُ ﻭَﻳُﻠْﻘَﻰ ﺍﻟﺸُّﺢُّ ﻭَﻳَﻜْﺜُﺮُ ﺍﻟْﻬَﺮْﺝُ

“Zaman saling berdekatan, ilmu dihilangkan, berbagai fitnah bermunculan, kebakhilan dilemparkan (ke dalam hati), dan pembunuhan semakin banyak.“ [HR. Muslim]

Kita berlindung hanya kepada Allah subhanahu wa Ta’ala atas kejahatan para pemimpin yang zalim. Semoga Allah masih ridha menurunkan Rahmat-Nya di tanah air Indonesia ini, sehingga umat islam di negara kita masih dapat menjalankan aktifitas ibadahnya tanpa harus disibukkan dengan urusan pemeritahan yang seharusnya dikuasai oleh para pemimpin yang amanah. Semoga masih terlahir para ulama-ulama yang berpegang teguh pada Al-Qur’a dan Sunnah.

Wallahu a’lam bishshawab

Demikian artikel “Akhir Zaman Ilmu Agama Perlahan-lahan Akan Hilang”, semoga bermanfaat bagi seluruh pembaca, dan bagi mereka yang mau menyampaikan pengetahuan ini kepada muslim yang lain semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatinya dan memberikan pahala amal Jariyyah di sisinya sebagai bekal investasinya nanti di akhirat kelak. Aamiin.


Referensi : Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari dan  Muslim tentang Akhir Zaman; Hadits ke-4

Label : Ulama, Tauhid,  Hadits, Pendidikan, Akhir Zaman Ilmu Agama Perlahan-lahan Akan Hilang

Deskripsi : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengabarkan tentang salah satu keadaan umat islam akhir zaman, ketika masa penghancuran dunia (kiamat) akan segera tiba. Keadaan yang dimaksud adalah keadaan dimana ilmu agama perlahan-lahan akan hilang