Adakah Dalil Doa Ketika Gempa Bumi dan Tsunami?

Hati-hati, Tak Ada Dalil Untuk Doa Ketika Gempa Bumi dan Tsunami
Ilustrasi : Pray For Gempa Bumi di Donggala, Sulawesi Tengah
 

Hati-hati, Tak Ada Dalil Untuk Doa Ketika Gempa Bumi dan Tsunami


 
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

LANGITALLAH.com | Hati-hati, Tak Ada Dalil Untuk Doa Ketika Gempa Bumi dan Tsunami
Gempa bumi adalah getaran atau getar-getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang dialami selama periode waktu. [Wikipedia]

Ibnu Sina, seorang muslim, ilmuwan dan sekaligus juga ia seorang dokter, ia  menjelaskan pendapatnya sendiri bahwa gempa bumi dikaitkan dengan adanya tekanan besar pada rongga udara di dalam bumi. Tekanan ini bisa berupa air yang masuk dalam rongga bumi. Ibnu Sina menjelaskan kemudian, bahwa untuk mencegah dampak bumi, manusia bisa membuat sumur di dalam tanah menurun sehingga getarannya bisa berkurang. Akan tetapi setelah abad kesepuluh dan abad kesebelas, banyak dari para ilmjuwan muslim mulai mengaitkan bahwa kejadian gempa bumi bukan semata-mata hanya merupakan kejadian yang disebabkan oleh faktor-faktor alam. Gempa bumi merupakan fenomena alam yang lebih menekankan pada sisi religius.

Dalam kacamata agama islam, bahwa ketika gempa bumi terjadi, terdapat beberapa poin analisa yang terkait dalam menemukan penyebab terjadinya gempa tersebut. Poin-poin analisa tersebut antara lain disebabkan karena azab dari Allah Ta’ala akibat banyaknya perbuatan dosa yang telah dilakukan oleh manusia, karena merupakan ujian dari Allah Ta’ala dan akibat gejala-gejala alam yang dapat dijelaskan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” [QS. Al-Isra’ : 16]

Dalam Kitab Tafsir Jalalayn dijelaskan mengenai ayat tersebut :
“(Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu) yakni orang-orang kaya yang dimaksud para pemimpinnya, yaitu untuk taat kepada Kami melalui lisan rasul-rasul Kami (tetapi mereka melakukan kefasikan di negeri itu) maka menyimpanglah mereka dari perintah Kami (maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan Kami) azab Kami (kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya) artinya Kami binasakan negeri itu dengan membinasakan penduduknya serta menghancurkan negerinya.”


Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman,

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَىٰ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

“Katakanlah: "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya)" [QS. Al-An’am : 65]

Dalam kitab tafsir yang sama dengan ayat sebelumnya dijelaskan mengenai ayat ini bahwa :
(Katakanlah, "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu dari atas kamu) dari langit yakni berupa batu-batu dan suara keras yang mengguntur (atau dari bawah kakimu) dengan diamblaskan/ditelan bumi (atau Dia mencampurkan kamu) mencampur-adukkan kamu (menjadi golongan-golongan) kelompok-kelompok yang berbeda keinginannya (dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.") dengan cara saling membunuh. Rasulullah saw. telah bersabda tatkala ayat ini turun, "Ini lebih ringan dan lebih mudah." Akan tetapi tatkala ayat sebelumnya turun Nabi saw. bersabda, "Aku berlindung kepada Zat-Mu," hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Dan Imam Muslim meriwayatkan tentang sabda Nabi saw., "Aku memohon kepada Tuhanku agar Ia tidak menjadikan keganasan umatku disebabkan ulah sebagian di antara mereka tetapi Ia melarangku mendoakan hal ini." Dan sehubungan dengan hadis pertama, Imam Muslim mengatakan bahwa kejadiannya pasti akan ada hanya saja kenyataannya masih belum terungkapkan. (Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan) menerangkan kepada mereka (tentang ayat-ayat) yang menunjukkan kepada kekuasaan Kami (barangkali saja mereka mau memahaminya) mereka mau mengetahuinya bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah perkara batil.

Demikianlah Allah ingin menjelaskan kepada hamba-Nya bahwa segala pengahncuran yang terjadi, termasuk salah satunya adalah gempa bumi dan tsunami tak lain merupakan teguran Allah Ta’ala kepada hamba-Nya agar ingat dan takut kepada adzab-Nya yang sangat pedih.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
“Dan terkadang Allah Subhanahu mengizinkan bumi untuk bernafas. Maka terjadilah gempa bumi yang dasyat, sehingga hamba-hamba Allah ketakutan dan mau kembali kepada-Nya, meninggalkan kemaksiatan dan merendahkan diri dihadapan-Nya“ [Miftah Daris Sa’adah 1/221]

Maka hendaknya kita dapat mengambil hikmah dari peringatan ini. Mulai dari diri kita, dengan banyak bertobat, ber-istighfar dari dosa-dosa yang telah diperbuat, lalu saling mengingatkan kepada keluarga kita, kemudian kepada orang lain dengan menghidupkan amar ma’ruf nahi mungkar dan saling menasihati di antara kita. [Baca juga : Amalan-amalan Saat Terjadi Gempa Bumi dan Bencana Alam Lainnya]

Segala fenomena alam yang dengan keterbatasan akal manusia, sesungguhnya ada tanda-tanda kekuasaan Allah ‘Azza wa Jalla dibalik itu semua. Maka bertaqwalah hai sekalian manusia.

Lalu bagaimana jika telah terjadi gempa?. Sebagian kelompok menunjukkan adanya doa-doa yang dapat dibacakan yang salah satunya adalah doa ketika gempa bumi dan tsunami.


Tak Ada dalil tentang Doa ketika Gempa Bumi dan Tsunami


Diantara doa ketika terjadi gempa yang banyak disebarkan oleh kelompok yang entah merujuk dalil dari mana, adalah doa gempa bumi berikut :

اَللَّهُمّ إِنّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ؛ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّمَافِيْهَا وَشَرِّمَا أَرْسَلْتَ بِهِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan  apa yang didalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan.” [tak berdalil]

Doa tersebut di atas sesungguhnya tak memiliki sumber dalil yang dapat menguatkan hukumnya. Maka berhati-hatilah jangan sampai ikut-ikutan menyebarluaskan amalan-amalan yang sama sekali tidak memiliki dalil.

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata :

“Apabila ada angin bertiup kencang, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca doa:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

ALLAHUMMA INNII AS’ALUKA KHOIROHAA, WA KHOIROMAA FIIHAA WA KHOIRO MAA URSILAT BIH, WA A’UDZUBIKA MIN SYARRIHAA WASYARRI MAA FIIHAA WA SYARRI MAA URSILAT BIH.
(Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang dibawa angin ini, dan kebaikan angin ini diutus. Dan aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan angin ini, keburukan yang dibawa angin ini, dan keburukan angin ini diutus.)” [HR. Muslim no. 899 (15/2122]

Wallahu a’lam

Demikian risalah singkat tentang “Tak ada dalil Doa Ktika terjadi Gempa dan Tsunami”, semoga bermanfaat danmenambah khazanah pengetahuan kita serta dapat lebih berhati-hati menyerap amalan-amalan yang tidak memiliki dasar dalil yang jelas yang dapat mengakibatkan kita terjatuh pada perbuatan bid’ah yang tak pernah ada tuntunannya, baik dalam sunnah maupun hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.


_______
Label : Aqidah, Akhlak, Doa, doa ketika gempa, penyebab gempa
Desekripsi : Sesungguhnya segala amalan manusia telah disandarkan pada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, akhir-akhir ini banyak sekalil amalan doa yang beredar di dunia maya tentang doa ketika gempa bumi dan tsunami terjadi. Adakah dalil yang menunjukkan anjuran doa ketika gempa bumi terjadi?

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel