12 DOA ISTIFTAH YANG DICONTOHKAN RASULULLAH (Bagian 1)

12 Doa Istiftah Yang Dicontohkan Rasulullah (Bagian 1)
Ilustrasi : Seorang Muslim Yang Sedang Shalat

12 Doa Istiftah Yang Dicontohkan Rasulullah (Bagian 1)


Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

LANGITALLAH.com | 12 Doa Istiftah Yang Dicontohkan Rasulullah (Bagian 1)
Dalam syariat ibadah shalat seringkali terjadi perdebatan atau saling menyalahkan antara muslim yang satu dengan muslim yang lain. Salah satu hal yang sering diperdebatkan adalah perihal membaca doa istiftah.

Doa istiftah merupakan doa yang dibaca dalam shalat. Baik shalat fardhu maupun shalat sunnah. Doa istiftah dibaca di antara takbiratul ihram dan ta’awudz sebelum membaca surah Al-Fatihah.


Hukum Membaca Doa Istiftah

Membaca doa istiftah ini hukumnya sunnah. Sepanjang doa istiftah ini pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka hal tersebut tidak boleh untuk diperdebatkan. Kecuali membaca doa lain yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasuluklah, maka itu tidak dibenarkan dan dihukumi sebagai bid’ah yang diada-adakan.

Dalil yang menyebutkan bahwa Rasulullah membaca doa istiftah dalam shalat adalah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

كان رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذا كبَّر في الصلاة؛ سكتَ هُنَيَّة قبل أن يقرأ. فقلت: يا رسول الله! بأبي أنت وأمي؛ أرأيت سكوتك بين التكبير والقراءة؛ ما تقول؟ قال: ” أقول: … ” فذكره

“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam setelah bertakbir ketika shalat, ia diam sejenak sebelum membaca ayat. Maka aku pun bertanya kepada beliau, wahai Rasulullah, kutebus engkau dengan ayah dan ibuku, aku melihatmu berdiam antara takbir dan bacaan ayat. Apa yang engkau baca ketika itu adalah:… (beliau menyebutkan doa istiftah).” [Muttafaqun ‘alaih]

Imam An Nawawi mengatakan setelah menyebutkan dalam kitab Al Adzkar beberapa contoh doa istiftah yang pernah dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk yang oleh sahabatnya menyebutkan doa istiftah itu lalu dibenarkan oleh Rasulullah sendiri, beliau (Imam An Nawawi) berkata:
“Ketahuilah bahwa semua doa-doa ini hukumnya mustahabbah (sunnah) dalam shalat wajib maupun shalat sunnah” [Al Adzkar, 1/107].

Seperti itulah pendapat dari jumhur ulama, kecuali Imam Malik rahimahullah. Beliau (Imam Malik) berpendapat, yang dibaca setelah takbiratul ihram adalah الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ yaitu surat Al-Fatihah. Namun pendapat beliau ini dinilai tidak tepat oleh karena bertentangan dengan banyak dalil-dalil yang lain yang menyebutkan ada doa istiftah sebelum membaca ta’awudz dan surah Al-Fatihah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai bacaannya dengan doa istiftah yang tidak hanya 1 macam, namun bervariasi. Dalam doa istiftah, beliau memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala, mengagungkan dan menyanjung-Nya. Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan doa istiftah ini kepada orang yang shalatnya salah, beliau berkata :

“Sesungguhnya shalat seorang manusia tidak sempurna hingga ia bertakbir, lalu ia memuji dan menyanjung Allah ‘Azza wa Jalla, kemudian membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang mudah baginya...” [HR. Abu Dawud dan Al-Hakim, ia menyatakan hadits ini shahih dan disepakati  oleh Adz-Dzahabi]


12 Doa Istiftah Yang Dicontohkan Rasulullah


Doa istiftah tidak hanya satu macam, akan tetapi berdasarkan riwayat-riwayat yang shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan ada 12 doa istiftah yang oleh beliau sering dibaca dalam shalat setalah takbiratul ihram yang diikuti oleh para sahabat beliau.

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah menyebutkan dalam hasil penelitiannya yang tercantum dalam kitab beliau Sifatu Shalatin Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam semua doa istiftah yang memiliki riwayat-riwayat yang shahih.

Namun pada pembahasan fiqih ini agar tidak terlalu panjang dan membuat bosan akan kita bagi menjadi 2 bagian, bagian pertama akan dibahas di sini yaitu pada materi 12 Doa Istiftah Yang dicontohkan Rasulullah (Bagian 1), dan selebihnya akan dibahas pada materi yang diberi judul 12 Doa Istiftah Yang dicontohkan Rasulullah (Bagian 2).

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah menyebutkan 12 doa istiftah tersebut, diantaranya adalah :

Doa Istiftah Pertama


اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ

“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin” [HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98]

Doa ini biasa dibaca Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam shalat fardhu. Doa ini adalah doa yang paling shahih diantara doa istiftah lainnya, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari (2/183).

Doa Istiftah Kedua


وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي، وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ، اللهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْتَ رَبِّي، وَأَنَا عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِي، وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي جَمِيعًا، إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، وَاهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ، أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

“Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji. Engkaulah Tuhanku dan aku adalah hambaMu. Aku telah menzhalimi diriku sendiri dan akui dosa-dosaku. Karena itu ampunilah dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni segala dosa melainkan Engkau. Tunjukilah aku akhlak yang paling terbaik. Tidak ada yang dapat menunjukkannya melainkan hanya Engkau. Jauhkanlah akhlak yang buruk dariku, karena sesungguhnya tidak ada yang sanggup menjauhkannya melainkan hanya Engkau. Aka aku patuhi segala perintah-Mu, dan akan aku tolong agama-Mu. Segala kebaikan berada di tangan-Mu. Sedangkan keburukan tidak datang dari Mu. Orang yang tidak tersesat hanyalah orang yang Engkau beri petunjuk. Aku berpegang teguh dengan-Mu dan kepada-Mu. Tidak ada keberhasilan dan jalan keluar kecuali dari Mu. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Kumohon ampunan dariMu dan aku bertobat kepadaMu” [HR. Muslim 2/185 – 1860]

Beliau biasa membaca doa istiftah di atas dalam shalat fardhu dan shalat sunnah. [Lihat HR. Muslim, Abu ‘Awanah, Abu Dawud, An-Nasa’i, Abnu Hibban, Ahmad, Asy-Syafi’i dan Ath-Thabrani. “Barangsiapa yang mengkhususkan doa dalam hadits ini untuk shalat sunnah saja, maka ia telah keliru”]

Doa Istiftah Ketiga


اللَّهِ أَكْبَرُ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ

“Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji”. [HR. An Nasa’i, dengan sanad Shahih]

Doa Istiftah Keempat


إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَعْمَالِ وَأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَقِنِي سَيِّئَ الْأَعْمَالِ وَسَيِّئَ الْأَخْلَاقِ لَا يَقِي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ

“Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya Allah, tunjukilah aku amal dan akhlak yang terbaik. Tidak ada yang dapat menujukkanku kepadanya kecuali Engkau. Jauhkanlah aku dari amal dan akhlak yang buruk. Tidak ada yang dapat menjauhkanku darinya kecuali Engkau”. [HR. An Nasa’i 1/141, Ad Daruquthni 112]


Doa Istiftah Kelima...

Insya Allah, Doa Istiftah Kelima hingga doa istiftah yang ke dua belas akan dibahas pada materi 12 Doa Istiftah Yang Dicontohkan Rasulullah (Bagian 2)

Demikian ulasan fiqih tentang “12 Doa Istiftah Yang Dicontohkan Rasulullah (Bagian 1)” ini, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

________
Sumber : Sifat Shalat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani
Label : Shalat, Doa, Fiqih, Istiftah, Doa Istiftah Rasulullah
Deskripsi : Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah menyebutkan dalam hasil penelitiannya yang tercantum dalam kitab beliau Sifatu Shalatin Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam semua doa istiftah yang memiliki riwayat-riwayat yang shahih. Pada Risalah ini membahas tentang "12 Doa Istiftah Yang Dicontohkan Rasulullah (Bagian 1)"

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel