Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TERNYATA Doa Shalat Istikharah Ini Menggunakan Hadits Dha’if

TERNYATA Doa Shalat Istikharah Ini Menggunakan Hadits Dha’if
gambar ilustrasi "hadits dha'if" Doa Shalat Istikharah by http://www.langitallah.com

TERNYATA Doa Shalat Istikharah Ini Menggunakan Hadits Dha’if


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Langitallah.com [TERNYATA Doa Shalat Istikharah Ini Menggunakan Hadits Dha’if] - Sungguh doa adalah ketaatan agung dan ibadah yang mulia, menjadi keharusan bagi Muslim padanya -dan juga semua ibadah lainnya- untuk mengikat diri dengan petunjuk Rasul yang mulia Shallallahu 'alaihi wasallam, menghidupkan sunnahnya, dan mengikuti ajarannya. Karena sebaik-baik perilaku adalah perilaku Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Dahulu Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam pada setiap Jum’at, di hadapan kaumnya, ia mengatakan dalam khutbahnya :

“Amma ba'du, sungguh sebenar-benar pembicaraan adalah kitab Allah, dan sebaik-baik perilaku adalah perilaku Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan, dan sebaik-baik bid'ah adalah sesat, dan semua kesesatan ada di neraka.” [HR. Muslim. No. 867; Shahih]

Oleh karena itu, wajib bagi setiap Muslim untuk ekstra hati-hati terhadap perkara-perkara yang baru dalam agama, dan hendaknya setiap muslim berkomitmen -dalam semua urusan agamanya- dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.

Petunjuk Rasulullah dalam doa adalah petunjuk yang sempurna, tidak ada kekurangan padanya dari sisi mana pun. Tidaklah beliau Shallallahu 'alaihi wasallam meninggalkan sesuatu berupa kebaikan dan faidah berkaitan dengan doa melainkan beliau menjelaskannya dengan penjelasan yang paling lengkap, paling sempurna, dan paling memuaskan. Sebagaimlma urusan beliau dalam semua sisi agama. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tidak pula meninggal (wafat) hingga Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan firman-Nya :

"Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kamu agamamu, Aku cukupkan untukmu nikmat-Ku, dan Aku ridha bagi kamu Islam sebagai agama." [QS. Al-Maidah : 3]

Namun, terdapat beberapa periwayat hadits yang menyampaikan hadits yang hukumnya bukan shahih dan bukan pula hadits hasan. Bahkan dinilai sebagai hadits Dha’if atau hadits lemah di antara hadits hadits yang lainnya. Salah satu contoh hadits Dha’if yang sudah tersohor dan banyak digunakan oleh kaum muslim di tanah air adalah hadits tentang Doa Shalat Istikharah.

Shalat Istikharah bagi sebagian umat muslim tanah air dikerjakan pada saat dihadapkan pada permasalahan memilih jodoh terbaik mana yang akan ia pilih. Lalu kemudian mereka (para pemuda) melaksanakan shalat istikharah dengan doa yang paling polpuler, bahkan hingga saat ini. Namun, ternyata doa shalat istikharah yang dimaksud merupakan doa shalat istikharah yang diambil dari sebuah hadits dha’if (hadits lemah).

Doa Shalat Istikharah dari Hadits Dha’if

TERNYATA Doa Shalat Istikharah Ini Menggunakan Hadits Dha’if
Al Adzkar AL-Muntakhabah mi Kalaami Sayyid Al-Abrar, hal.283

Abu Unaisah Abdul Hakim Bin Amir Abdat dalam karyanya “Hadits-hadits Dha’if dan Maudhu’” pada jilid pertama, menyebutkan bahwa terdapat sebuah hadits dha’if dari doa shalat istikharah yang biasa digunakan oleh para pemuda untuk menentukan mana jodoh terbaik pilihannya.

Dikutip dari karya Muhyiddin Abu Zakaria Yahya bin Syaraf Al-Nawawi Al-Dimasyqi, (dalam Al Adzkar AL-Muntakhabah mi Kalaami Sayyid Al-Abrar, hal.283), ia menyebutkan doa istikharah yang sepatutnya diucapkan oleh seorang calon mempelai yang akan melaksanakan proses khitbah (lamaran), adalah sebagai berikut :

“Allahumma innaka taqdiru wa laa aqdiru wa laa a’lamu wa anta ‘allaamul ghuyuubi. Fa in ra ‘aita li fi (...) khairan fi diinii wa aakhiratii faqdirhaa lii”

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Men-takdir-kan, dan bukanlah aku yang men-takdir-kan. Dan (Engkau) Maha Mengetahui apa yang tidak kuketahui. Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib, maka jika Engkau melihat kebaikan antara diriki dan (...sebutkan nama calon pasangan...) untuk agama dan akhiratku, maka takdirkanlah ia untukku”

 
Dalam sebuah hadits yang lain, disebutkan :

TERNYATA Doa Shalat Istikharah Ini Menggunakan Hadits Dha’if

“Sembunyikanlah pinanganmu, kemudian berwudhu'lah dan baguskanlah wudhu'mu. Lalu shalatlah apa yang Allah telah tetapkan untukmu. Kemudian (sesudah shalat) pujilah Tuhanmu dan muliakanlah Dia, lantas ucapkanlah (do'a ini), ”Allahumma innaka taqduru dan seterusnya (yang artinya): ”Ya Allah, sesungguhnya Engkau-lah yang berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa. Dan Engkau-lah yang mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui. Engkau-lah yang Maha mengetahui segala perkara yang ghaib. Maka jika menurut-Mu si fulanah (di sini disebut nama perempuan yang akan dipinang) baik bagi Agamaku, duniaku dan akhiratku (jodohkanlah dia untukku). Akan tetapi jika selain dia ada (perempuan lain) yang lebih baik bagiku dari padanya (baik) bagi Agamaku, duniaku dan akhiratku, maka jodohkanlah dia denganku.”

Hadits tersebut di atas merupakan Hadits Dha’if

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di Musnadnya (5/423), Ibnu Khuzaimah (no. 1220), Hakim (1/314), Ibnu Hibban (no.685) dan juga Thabraniy. Semuanya meriwayatkan dari jalan :

Ayyub bin Khalid bin Abi Ayyub Al Anshary, dari bapaknya (Khalid bin Abi Ayyub), dari kakeknya (Yaitu) Abi Ayyub Al Anshary, secara marfu '.

Saya berkata: Sanad hadits ini dha'if, karena:
  1. Ayyub bin Khalid bin Abi Ayyub Al Anshary, seorang rawi yang dha'zf/ lemah. (Baca: Tahzhz'but Tahzhib juz l/hal. 401. Taqribut Tahzhz'b 1/89).
  2. Bapaknya, yaitu Khalid bin Abi Ayyub Al Anshary, seorang rawi yang majhul-'ain. (Al ]arh wat Ta'dil 3/322)

Hadits ini dibawakan oleh Al Ustadz Hasbi Ash Shiddiqy di kitabnya Pedoman Shalat, halaman: 502, 503, dengan judul Sunat Isthikharah untuk Mencari ]odoh.

Maka dengan ke-dha’if-an hadits ini, sehingga tidak dibenarkan berdasarkan pendapat para ulama untuk diamalkan. Cukuplah bagi kita mengamalkan hadits yang Shahih tentang shalat isthikharah serta doa istikharah yang boleh digunakan ketika dalam keadaan bimbang terhadap sesuatu perkara sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari (2/51. 7/ 162. 8/ 168) dan lain-lain.

Wallahu a’lam bishshawab
Demikianlah, artikel tentang “TERNYATA Doa Shalat Istikharah Ini Menggunakan Hadits Dha’if”, semoga bermanfaat bagi seluruh pembaca, dan bagi mereka yang mau menyampaikan pengetahuan ini kepada muslim yang lain semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmatinya dan memberikan pahala amal Jariyyah di sisinya sebagai bekal investasinya nanti di akhirat kelak. Aamiin.


Referensi :
  1. Abu Unaisah Abdul Hakim Bin Amir Abdat dalam karyanya “Hadits-hadits Dha’if dan Maudhu’”, Jilid Pertama, cetakan keenam, hal.64).
  2. Syaikh Abdur Razaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, Kitab Fiqih Do’a da Dzikir, Jilid.1, hal.502

Label : Doa, Hadits, Shalat, Doa Shalat Istikharah Ini Menggunakan Hadits Dha’if

Deskripsi : Dalam Kitab “Hadits-hadits Dha’if dan Maudhu’” pada jilid pertama, menyebutkan bahwa terdapat sebuah hadits dha’if dari doa shalat istikharah yang biasa digunakan oleh para pemuda untuk menentukan mana jodoh terbaik pilihannya. Hadits ini sangat populer namun banyak yang tidak mengetahui sanad hadits ini ternyata Dha’if.