Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Shalat Dhuha Sebagai Pembuka Rezeki, TERNYATA Juga Sebagai PENGGANTI SEDEKAH

Shalat Dhuha Sebagai Pembuka Rezeki, TERNYATA Juga Sebagai PENGGANTI SEDEKAH
gambar ilustrasi "Shalat Dhuha sebagai Sedekah" - http://www.langitallah.com


SHALAT DHUHA SEBAGAI PEMBUKA REZEKI, TERNYATA JUGA SEBAGAI PENGGANTI SEDEKAH


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 
Langitallah.com [Shalat Dhuha Sebagai Pembuka Rezeki, TERNYATA Juga Sebagai Pengganti Sedekah] – Tak ada yang menyangkal bahwa shalat dhuha adalah shalat yang dilaksanakan pada waktu dhuha atau ketika matahari naik sepenggalah atau ketika bayangan manusia kiri-kira setinggi tombak hingga beberapa saat menjelang tergelincirnya matahari ke arah barat.

Shalat dhuha merupakan perintah langsung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Meski bukan ibadah shalat wajib namun shalat dhuha telah menjadi waktu khusus yang memiliki banyak keutamaan di dalamnya selain dari waktu sepertiga malam dimana manusia pada waktu itu sedang terlelap dalam tidurnya.

Dalil Perintah Mengerjakan Shalat Dhuha Serta Keutamaannya


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Demi waktu matahari sepenggalahan naik (Dhuha). Dan demi malam apabila telah sunyi (gelap). Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak (pula) benci kepadamu” [QS. Ad- Dhuha : 1-3]

Mengapa Allah Subhanahu wa Ta’ala sampai bersumpah pada waktu dhuha dan pada sebahagian waktu malam?. Beberapa ahli tafsir berpendapat bahwa kedua waktu tersebut adalah waktu yang paling utama dalam setiap harinya.

Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu, salah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika beliau melihat orang-orang yang sedang melaksanakan shalat Dhuha, ia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Shalat Dhuha itu (Shalatul Awwabin) adalah shalatnya orang yang kembali kepada Allah, setelah orang orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena mulai panas tempat berbaringnya.” [HR. Muslim].

Dan orang-orang yang mengerjakan shalat Dhuha dipandang Allah Ta’ala sebagai orang yang mensucikan jiwanya dan akan mengundang kecintaan-Nya kepadanya. Sehingga Allah menjadikannya sebagai hamba-Nya yang beruntung. Sebagaimana janji-Nya dalam Al Qur’an :

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu.” [QS. Asy-Syams : 9]

Dalam hadits qudsi disebutkan bahwa shalat (dhuha) empat rakaat di pagi hari, Allah akan menjamin dan mencukupi segala kebutuhannya pada hari itu dengan limpahan barakah sepanjang hari itu juga :

“Hai anak Adam, tunaikanlah kewajibanmu untuk-KU, yaitu sembahyang empat rakaat pada pagi hari, niscaya Aku akan mencukupi sepanjang harimu.” [HR. Imam Ahmad, Abu Ya’la].

Dalah hadits qudsi tersebut di atas, jelas bahwa jika kita menginginkan segala kebutuhan kita tercukupi pada hari itu juga, maka sebaiknya jangan meninggalkan shalat dhua 4 rakaat.

 

Haruskah Shalat Dhuha dikerjakan 4 rakaat?


Tentu saja tidak. Shalat Dhuha dapat dilakukan paling sedikit 2 rakaat dan paling banyak 8 rakaat, pada beberapa pendapat ulama yang lain adalah maksimal 12 rakaat.

“Dari Abu Huraerah ridhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Pada tiap-tiap persendian (manusia) itu ada shadaqahnya. dan setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah (bacaanya : SUBHANALLAH, ALHAMDULILLAH, LAA ILAHA ILLALLAHU, ALLHU AKBAR), setiap amar ma’ruf nahi munkar itu shadaqah. Dan itu semua dapat dicukupi dengan dua rakaat shalat dhuha” [HR. Muslim, Dalilil Falihin Juz III, hal 627].




Shalat Dhuha Sebagai Pembuka Rezeki, TERNYATA Juga Sebagai PENGGANTI SEDEKAH
gambar ilustrasi "Shalat Dhuha sebagai Sedekah" - http://www.langitallah.com


 Shalat Dhuha adalah Sedekah (Wajib) Untuk Persendian


Setiap tubuh manusia memiliki persendian yang wajib untuk ditunaikan sedekahnya setiap hari. Begitulah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana tersebut dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedakah setiap harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang- barangnya ke atas tunggangan (kendaraan)nya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah ”. [HR. Bukhari dan Muslim]

Dalam shahih Muslim menyebutkan bahwa tubuh manusia terdiri atas 360 persendian. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan memiliki 360 persendian.” [HR. Muslim no. 2377]

Hadits di atas diperkuat oleh hasil penelitian para dokter spesialis tulang, yang membenarkan bahwa di dalam struktur anatomi tulang tubuh manusia tersusun dalam 360 titik persendian yang seharusnya manusia syukuri karena jumlah ini mengakibatkan pergerakan manusia lebih bebas dan fleksibel dan membedakan dengan struktur anatomi tulan hewan yang tidak membuatnya mampu untuk melakukan pergerakan sebagaimana manusia bisa melakukannya. Hasil penelitian para dokter ini menunjukkan kebenaran risalah yang dibawakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam ajaran islam, sedekah adalah bentuk rasa syukur yang mendalam dari seorang hamba atas nikmat yang Rabb-nya berikan. Sedekah dalam bentuk yang umum, sedekah yang dapat ditunjukkan dengan memperbanyak dzikir sebanyak jumlah persendian. Namun banyak manusia yang masih menganggap dzikir rutin setiap harinya sejumlah 360 dzikir masih dirasakan berat. Lalu adakah ibadah ringan yang dapat menggati dzikir sebanyak persendian itu?

Begitu sayangnya Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga melalui lisan Rasulullah, sedekah pada 360 jumlah persendian manusia yang wajib ia tunaikan setiap harinya dapat digantikan dengan cukup melaksanakan shalat Dhuha sebanyak minimal 2 rakaat saja.

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Pada pagi hari diwajibkan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Begitu juga amar ma’ruf (memerintahkan kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 rakaat.” [HR. Muslim no. 1704].

Ibnu Daqiq Al ‘Ied mengatakan, “Maksudnya, semua shadaqah yang dilakukan oleh anggota badan tersebut dapat diganti dengan dua rakaat shalat Dhuha, karena shalat merupakan amalan semua anggota badan. Jika seseorang mengerjakan shalat, maka setiap anggota badan menjalankan fungsinya masing-masing.”

An Nawawi dalam Syarh Muslim 3/47 mengatakan,

“Hadits ini adalah dalil yang menunjukkan tentang agung dan mulianya shalat Dhuha dan menunjukkan pula besarnya kedudukannya. Dan shalat Dhuha boleh dilakukan hanya dengan 2 rakaat.”


Shalat Dhuha Sebagai Pembuka Rezeki, TERNYATA Juga Sebagai PENGGANTI SEDEKAH
gambar ilustrasi "Shalat Dhuha sebagai Sedekah" - http://www.langitallah.com

Waktu Shalat Dhuha dan Jumlah Rakaatnya


Jumlah rakaat shalat dhuha adalah minimal 2 rakaat dan sebanyak-banyaknya 12 rakaat. Dan dilakukan dalam satuan 2 rakaat sekali salam. Hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang shalat dhuha :

“Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga.” [HR. At-Tirmidzi dan Abu Majah].

“Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan.” [HR. At-Tirmidzi].

“Dari Ummu Hani bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat dhuha 8 rakaat dan bersalam tiap dua rakaat.” [HR. Abu Daud].

“Dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu, berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar ke penduduk Quba dan mereka sedang shalat dhuha‘. Beliau bersabda, “Shalat awwabin (dhuha) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari).” [HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi].

Adapun waktu mengerjakannya adalah ketika matahari sudah setinggi tombak dilihat dengan mata telanjang hingga dekat dengan waktu matahari bergeser ke barat yaitu kira-kira 1/3 jam (20 menit) setelah matahari terbit hingga 10 atau 5 menit sebelum matahari bergeser ke barat. Dan jumlah rakaat minimal adalah 2 rakaat tanpa ada batasan rakaat maksimal. Inilah yang dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin.

Namun, Ibnu Qudamah dalam Al Mughni 3/322, menyebutkan bahwa jumlah rakaat minimal untuk shalat Dhuha adalah 2 rakaat sedangkan maksimalnya adalah 8 rakaat. Hal ini berdasarkan hadits muttafaqun ‘alaih dari Ummu Hani,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke rumahnya ketika Fathul Makkah. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat 8 rakaat. Maka aku tidak pernah melihat beliau shalat seringan itu kecuali beliau menyempurnakan ruku’ dan sujudnya.”

Namun sebagian ulama lainnya menyatakan bahwa shalat Dhuha tidak ada batasan rakaatnya.

Dalil yang menyatakan bahwa maksimal jumlah rakaatnya adalah tak terbatas,

Mu’adzah pernah menanyakan pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berapa jumlah rakaat shalat Dhuha yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?. ‘Aisyah menjawab, “Empat rakaat dan beliau tambahkan sesuka beliau.” [HR. Muslim no. 719].

Wallahu a’lam bishshawab

 
Semoga artikel
Shalat Dhuha Sebagai Pembuka Rezeki, TERNYATA Juga Sebagai PENGGANTI SEDEKAH ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah selalu memberikan ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan menjadikan amalan kita diterima di sisi-Nya.


Referensi : Fathul Qowil Matin, Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr, dan Syarh Al Arba’in An Nawawiyyah, Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin

Label : Shalat, Shalat Dhuha, Sedekah, Shalat Dhuha Sebagai Pengganti Sedekah

Deskripsi : Umumnya umat muslim hanya mengetahui bahwa shalat dhuha hanya ibadah sunnah yang dilakukan sebagai pembuka rezeki. Namun tahukah anda, selainShalat Dhuha Sebagai Pembuka Rezeki, TERNYATA Juga Sebagai Pengganti Sedekah?. Artikel ini akan membahas dalil –dalil yang menyebutkan bahwa Shalat Dhuha selain sebagai pembuka rezeki, ternyata Juga Sebagai Pengganti Sedekah