Puasa Arafah dan Keutamaannya

Puasa Arafah dan Keutamaannya
gambar ilustrasi Puasa Arafah dan Keutamaannya - http://www.langitallah.com


Puasa ARAFAH dan Keutamaannya


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahi washshalatu wassalamu ‘alaa Rasulillah, ‘amma ba’du


Langitallah.com - [Puasa Arafah dan Keutamaannya] - Banyak diantara manusia yang hanya akan termotivasi melakukan sebuah ibadah sunnah jika mengetahui apa-apa saja keutamaan yang terkandung dalam amalan sunnah tersebut. Namun ini tidaklah salah, ini adalah salah satu bentuk motivasi yang baik sepanjang hal tersebut akan meningkatkan upaya kita dalam mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta mengharap ridha-Nya. Salah satu amalan sunnah yang sangat besar nilai keutamaannya yaitu puasa arafah. Puasa arafah ini merupakan puasa yang sangat dianjurkan dan telah diberitakan melalui berbagai hadits shahih dalam kitab-kitab hadits terpopuler.

Apakah puasa arafah itu?

Menurut kamus digital dalam Wikipedia, yang dimaksud dengan puasa arafah adalah puasa pada hari arafah, yaitu hari kesembilan dari bulan Dzulhijjah.

Secara sederhana, Puasa arafah adalah puasa yang dikerjakan pada hari dimana jamaah haji di seluruh dunia melaksanakan ibadah wuquf di Padang Arafah sebagai syarat sah nya ibadah haji yang dikerjakan. Puasa arafah dikerjakan pada hari ke 9 bulan dzulhijjah.

Puasa arafah ini sangat dianjurkan bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia yang belum memiliki keluasan untuk melaksanakan ibadah haji. Oleh karena puasa arafah ini merupakan amalan puasa sunnah yang memiliki keutamaan yang semestinya tidak ditinggalkan oleh seorang muslim pun, sebagaimana dalam hadits Muslim yang telah diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Dari Abu Qatadah Al-Anshariy (ia berkata). ‘Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang (keutamaan) puasa arafah’. Maka Rasulullah menjawab, ‘(puasa arafah) menghapuskan kesalahan setahun yang lalu dan setahun sesudahnya’.” [HR. Muslim no. 1162, dalam hadits yang panjang].

Dari hadits yang panjang dari Imam Muslim tersebut di atas, terdapat dalil dan hujjah yang sangat kuat tentang waktu puasa arafah. Adapun waktu yang dimaksud di dalam hadits tersebut adalah pada hari arafah atau ketika manusia yang berhaji melaksanakan wuquf di padang arafah. Kata ‘hari arafah (wuquf)’ dan kata ‘arafah’ ini terkait dengan ‘waktu’ dan’tempat’. Sebagian ulama berpendapat bahwa oleh karena puasa arafah terkait waktu dan tempat, maka pelaksanaannya tidak boleh mengambil kaidah kaidah sendiri, sedangkan arafah hanya ada di satu tempat yaitu di daerah sekitar kota Makkah, Saudi Arabia, bukan di tempat-tempat di negeri-negeri yang lain. Sehingga mereka berpendapat bahwa puasa arafah dilaksanakan pada hari ketika jamaah haji di seluruh dunia melaksanakan  wuquf di padang arafah.

Hukum Puasa Arafah

Pendapat dari Imam Nawawi rahimahullah dalam Al Majmu’, ia berkata,

“Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah: disunnahkan puasa Arafah bagi yang tidak berwukuf di Arafah. Adapun orang yang sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah, menurut Imam Syafi’ secara ringkas dan ini juga menurut ulama Syafi’iyah bahwa disunnahkan bagi mereka untuk tidak berpuasa karena adanya hadits dari Ummul Fadhl.” [An-Nawawi; dalam Al-Majmu’, 6:428]

Ibnu Muflih dalam Faru’ mengatakan,
 

“Disunnahkan melaksanakan puasa pada 10 hari pertama Dzulhijjah, lebih-lebih lagi puasa pada hari kesembilan, yaitu hari Arafah. Demikian disepakati oleh para ulama.” [Ibnu Muflih, dalam Faru’ kitab Hanabilah, 3:108].

Puasa Arafah Tidak Sunnah Bagi Orang yang berhaji 

“Dari Maimunah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa orang-orang saling berdebat apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan pada beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (wukuf), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya.” [HR. Bukhari no. 1989 dan Muslim no. 1124].

Hadits tersebut di atas menunjukkan makna bahwa puasa arafah tidak disunnahkan bagi orang yang sedang berhaji. Kalimat ini tertulis dan mengandung makna pada kalimat "... .Lalu Maimunah mengirimkan pada beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalam keadaan berdiri (wukuf), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya.”

 

Puasa Arafah adalah Pengampunan Dosa

Puasa arafah dikatakan juga sebagai puasa pengampunan dosa. Namun para ulama berbeda pendapat mengenai hal pengampunan dosa bagi orang yang mengerjakan puasa arafah. Beberapa ulama mengatakan bahwa dosa yang dimaksud adalah dosa kecil saja, tidak termasuk di dalamnya dosa besar, oleh karena dosa besar hanya dapat ditebus dengan bertaubat nasuha.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yang diampuni, semoga dosa besar yang diperingan. Jika tidak, semoga ditinggikan derajat.” [Syarh Shahih Muslim, 8: 51].

Sedangkan Ibnu Taimiyah rahimahullah memiliki pendapat yang berbeda, ia mengatakan bahwa "bukan hanya dosa kecil yang diampuni, dosa besar bisa terampuni karena hadits di atas sifatnya umum". [Lihat Majmu’ Al Fatawa, 7: 498-500].

Wallahu a’lam bishshawab

Terlepas dari perbedaan pendapat para Ulama, tentu yang terbaik adalah dengan tidak berfokus pada perbedaan pendapatnya, akan tetapi bagaimana kita bisa mengejar keutamaan dari puasa arafah ini dan meraih ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ayo kita tingkatkan amal ibadah kita, terlebih pada yang sunnah setelah melaksanakan yang wajib.

Semoga artikel "Puasa Arafah dan Keutamaannya" ini bermanfaat bagi kita sekalian, dan juga Insya Allah bermanfaat bagi sahabat dan kerabat kita jika kita ingin menjadi orang yang pertama menyampaikannya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi hidayah kepada kita semua untuk dapat terus beristiqamah beramal shaleh.

“Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah (harta amat berharga di masa silam, pen).” [Muttafaqun ‘alaih].

Rasulullah Shallallahu ‘alaihio wa sallam bersabda :

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” [HR. Muslim].

______________

Referensi : muslim.or.id dan beberapa hadits lainnya

Label : Puasa, sunnah, puasa arafah, puasa arafah dan keutamaannya

Deskripsi : Inilah keutamaan dari puasa arafah dari hadits shahih namun masih banyak yang belum sanggup mengerjakannya

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel