Hukum Qurban Wajib atau Sunnah? Ini Pendapat Jumhur Ulama

Hukum Qurban Wajib atau Sunnah? Ini Pendapat Jumhur Ulama
ilustrasi : Hukum Qurban Wajib atau Sunnah? Ini Pendapat Jumhur Ulama


Hukum Qurban Wajib atau Sunnah? Ini Pendapat Jumhur Ulama


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

LangitAllah.com [Hukum Qurban Wajib atau Sunnah? Ini Pendapat Jumhur Ulama] 10 Dzulhijjah bagi umat muslim juga disebut sebagai hari raya Idul Qurban. Hari dimana sebagian umat muslim yang memiliki kelebihan harta melakukan penyembelihan hewan qurban sebagai wujud rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan.

“Barang siapa yang mempunyai keluasan dan tidak berqurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami”. [HR. Ibnu Majah: 3123; hadits hasan]

Pengertian Qurban

Qurban berasal dari bahasa Arab, yaitu “Qurban” yang memiliki arti “dekat”. Dalam agama Islam, Qurban juga disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang memiliki arti “hewan sembelihan”. Namun hewan yang dimaksudkan sebagai hewan qurban tidak boleh sembarangan. Dalam agama islam hewan qurban hanya dibatasi hingga tiga jenis saja, diantara hewan qurban yang disyari’atkan antara lain seperti Unta, Sapi (Kerbau), dan Kambing (Kibas) yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan pada hari-hari tasyriq (11 sampai dengan 13 Dzulhijjah) sebagai bentuk Taqarrub ilallah atau bentuk cara mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Menyangkut pokok bahasan hukum qurban, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam Al Qur’an :

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus.” [QS. Al-Kautsar: 1-3]

Dalil Al Qur’an pada Surah Al-Kautsar di atas merupakan dalil tentang disyariatkannya Qurban kepada ummat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan umat muslim untuk menyembelih hewan qurban bukan karena tak memiliki alasan apa-apa. Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sifatNYA Yang Maha Pengasih dan Penyayang sangat menghendaki pertemuan dengan hambaNYA dalam keadaan hamba itu membawa pahala amal kebaikan yang sangat banyak. Menyembelih hewan qurban tentu saja merupakan salah satu wujud kasih sayang Allah kepada hambaNYA sebab dibalik penyembelihan hewan Qurban itu, terdapat banyak keutamaan-keutamaan di dalamnya.

Sebuah hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya Kurban yang lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan Kurban. Sesungguhnya hewan Kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah Kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) Kurban itu.” [HR. Tirmidzi].

Hukum Qurban

Setelah membaca dalil-dalil tersebut di atas, kemudian muncul pertanyaan, apa hukum qurban wajib atau sunnah?
Mengenai hukum qurban, di sini para ulama berselisih pendapat, apakah hukum qurban itu wajib ataukah sunnah?. Para Ulama berselisih tajam dalam masalah ini hingga terpisah menjadi 2 (dua) pendapat. [Ibnu ‘Utsaimin, Ahkam Al-Udhhiyyah, hal 7].

Pertama : Ber- Qurban Hukumnya Wajib
Inilah pendapat yang dipilih oleh al-Auza’i, al-Laits, madzhab Abu Hanifah, salah satu riwayat dari Imam Ahmad dan dikuatkan oleh Syaikhul Islam.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Kewajiban Qurban disyaratkan memiliki kemampuan dan punya kelebihan dari kebutuhannya yang asasi, seperti halnya sedekah fitrah".

Kedua : Ber- Qurban Hukumnya Sunnah Muakkadah
Berqurban hukumnya Sunnah Muakkadah. Inilah pendapat dari Jumhur Ulama dari kalangan madzhab Asy-Syafi’iyyah, Malikiyyah dan Hanabilah. Pendapat para ulama di sini bahkan dengan sangat tegas menyebutkan hukum bagi orang yang tidak ber-qurban padahal ia mampu untuk menyembelih hewan qurban,

“orang yang mampu berqurban akan tetapi tidak berqurban, maka hukumnya makruh”. [Al-Muhadzdzab:1/317, Bidayah Al-Mujtahid:2/413, Al-Mughni:13/360].

Imam Ibnu Hazm bahkan mengatakan : “Tidak sah dari seorang sahabat pun bahwa ber-qurban hukumnya wajib”. [Al-Muhalla : 7/355]

Dan pendapat dari Imam Ibnu Hazm ini disetujui oleh Syaikh Abdul ‘Azis bin Baz. [Fatawa Lajnah Da’imah 11/449 fatwa no.9563].

Sehingga pendapat yang terkuat terkait pertanyaan hukum qurban apakah wajib atau sunnah, adalah pendapat para Jumhur Ulama, bahwa qurban hukumnya Sunnah Muakkadah (Sunnah yang ditekankan). Namun di sini diingatkan agar lebih memilih sifat kehati-hatian bagi seorang muslim agar tidak meninggalkan qurban jika ia memiliki kemampuan untuk melakukan ibadah qurban. Sebab dengan mengerjakan ibadah qurban, maka ia akan terbebas dari tanggungan dosa, dan sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala limpahan nikmat yang diberikan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
 

“Barang siapa yang mempunyai keluasan dan tidak berqurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami”. [HR. Ibnu Majah: 3123; hadits hasan]

Namun bagi mereka yang memang benar-benar tidak memiliki kemampuan untuk melaksanakan ibadah qurban, yang tidak memiliki harta kecuali nafkah untuk keluarganya, maka hukum qurban tidak wajib baginya. [Abdullah Fauzan, Minhatul ‘Allam fi Syarhi Bulugh al-Maram 9/280].

Wallahu a’lam bishshawab.

Referensi : Al-Qur’an, Hadits, Panduan Ibadah Qurban oleh Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Luqman
_____________
Sahabat, jika anda seorang yang sedang mendalami ilmu agama dan hendak melakukan percepatan memperoleh ganjaran pahala yang banyak di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka jangan ragu untuk membagikan artikel ini kepada keluarga dan sahabat kita sejak saat ini. Semoga Allah menjadikan usaha kita ini sebagai ladang yang terus mengalirkan pahala bagi kita sebab ilmu yang bermanfaat. Ketahuilah, tak ada manusia yang tak memiliki dosa, dan kita butuh amalan yang mampu menghapus lautan dosa yang telah kita perbuat selama hidup kita ini. Namun Allah Yang Maha Pengampun telah memberikan jalan ampunan dan keridhaan-Nya bagi hamba-Nya yang gemar memohon ampun kepada-Nya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, jika kamu tidak pernah berbuat dosa, maka Allah akan mematikan kamu dan menggantikannya dengan suatu kaum yang berbuat dosa kemudian mereka meminta ampun kepada-Nya, kemudian Allah akan mengampuni mereka" [HR. Muslim no. 2749].

Dalam sebuah hadits juga disebutkan :
“Menuntut ilmu agama merupakan kewajiban bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan”. [HR. Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]. [Tim Reaksi LangitAllah.com]
_____________
Label : Qurban, hukum qurban, ibadah, sunnah

Deskripsi : Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus.” [QS. Al-Kautsar: 1-3]


Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel