Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

CARA PATUNGAN QURBAN HEWAN KAMBING SESUAI SUNNAH RASULULLAH

Cara Patungan Qurban Hewan Kambing Sesuai Sunnah Rasulullah, Qurban, langitallah.com
Sumber : ilustrasi gambar www.langitallah.com - Cara Patungan Qurban Hewan Kambing Sesuai Sunnah Rasulullah


Cara Patungan Qurban Hewan Kambing Sesuai Sunnah Rasulullah


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Cara Patungan Qurban Hewan Kambing Sesuai Sunnah Rasulullah [LangitAllah.com] – Sahabat langitallah.com, berbagi kepada sesama manusia telah diajarkan dalam Islam dan dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kehidupan sehari-harinya. Berqurban adalah salah satu conto aktivitas atau amalan berbagi dan memberi atau bersedekah dalam ajaran agama Islam. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit umat muslim yang cinta dunia dan hartanya merasa enggan atau sangat berat sekali untuk meng-qurban-kan sebahagian harta yang mereka miliki untuk bisa dinikmati oleh orang lain yang membutuhkan.

Itulah sifat dasar manusia, ia ingin memiliki apa yang tidak dimilikinya, dan menjaga mati-matian dengan sekuat tenaga harta yang Allah titipkan kepadanya agar tidak dinikmati oleh orang lain. Na’udzubillahi mizalik. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencontohkan dalam berbagai amalan baik agar harta yang kita miliki sebagai titipan Allah Subhanahu wa Ta’ala dapat dibelanjakan pada jalan yang diridhai olehNYA, seperti dengan berinfaq, bersedekah, berzakat, maupun dengan ber qurban.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3)
 

“Innaa a’thainaa kalkautsar. Fashallilirabbika wanhar. Inna syaaniaka huwal abtar”

Artinya : “Sesungguhnya, Kami telah memberikan kepadamu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka dirikanlah Shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus” [QS. Al Kautsar : 1-3]

Dalam ayat pertama surah Al Kautsar di atas, Allah telah mengingatkan kepada kita semua, meskipun Allah berfirman kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan nikmat yang begitu banyak dan melimpah secara terus menerus bagaikan air yang mengalir tanpa henti. Hanya saja sedikit sekali manusia yang mampu mentadabburinya dan menganggap nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala hanya sebatas harta yang tampak di hadapannya saja.

Ali Ash-Shabuni menyebutkan dalam “Shafwatu At-Tafasir” bahwa kata “Al-Kautsar” adalah suatu ungkapan yang berarti puncak dari banyak, atau bahkan disebut sebagai “banyak sekali” sehingga tak dapat dibilang dengan angka oleh manusia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Dzat yang telah melimpahkan nikmat yang tak terbilang jumlahnya, hanya meminta sedikit saja dari yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berikan kepada kita untuk dikeluarkan sebagai qurban dan ungkapan rasa syukur kita kepadaNYA.

Inilah Surah yang memerintahkan kita untuk melaksanakan ibadah qurban sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau melaksanakannya. Qurban yang telah ditentukan jenis hewan yang boleh dipilih untuk ber qurban, seperti onta, sapi ataupun kambing.

Bagi sebagian masyarakat di Indonesia, umumnya memilih hewan qurban sapi dan hewan qurban kambing sebagai jenis hewan qurban yang mudah diperoleh. Namun tak sedikit dari umat muslim di Indonesia ini belum memahami tata cara ber qurban khususnya pada hewan jenis kambing. 


Cara Patungan Qurban Hewan Kambing Sesuai Sunnah Rasulullah, Qurban, langitallah.com
sumber : www.langitallah.com - Cara Patungan Qurban Hewan Kambing Sesuai Sunnah Rasulullah
Pada beberapa daerah membiasakan qurban jenis kambing dengan istilah ‘urunan’ atau juga disebut dengan patungan qurban. Namun ini tentunya memerlukan dasar pelaksanaan sesuai dengan sunnah atau hadits yang diriwayatkan oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Lalu pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimanakah Tata Cara Patungan Qurban Hewan Kambing Sesuai Sunnah Rasulullah ?

Terdapat beberapa hadits yang menjelaskan tentang tata cara patungan hewan qurban sesuai sunnah Rasulullah, yang diantaranya adalah :

Hadits Pertama :

Hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi. Al-Imam At-Tirmidzi dalam Sunannya nomor 1505 menyebutkan dengan sanad-sanadnya hingga Atha’ bin Yasar, dia berkata :

“Aku bertanya kepada Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu : “Bagaimanakah keadaan (cara) berqurban di jaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. Dia menjawab : “Seseorang berqurban dengan seekor kambing darinya dan dari keluarganya semuanya. Dia memakan (daging) dari qurbannya tersebut dan juga memberikannya (pada orang lain), sampai manusia berlomba-lamba, sehingga ibadah qurban seperti apa yang kamu saksikan sekarang ini.” [HR. At-Tirmidzi, no. 1505].

Syaikh Yahya bin Ali Al-Hajuri hafidzhahullah berkata :

“Maka seseorang dengan anggota keluarganya (yang berada dalam satu rumah, edt.), mencukupi bagi mereka satu ekor sembelihan (qurban). Dan tidak cukup/tidak sah bersekutu/patungan dalam berqurban dengan seekor kambing yang lebih banyak dari satu rumah (satu keluarga).” [At-Tajliyyah, hal. 31].

Al Imam As-Syaukani rahimahullah dalam Nailul Authar, juga berkata :

“Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa seekor kambing mencukupi untuk (qurban) dari seluruh penghuni rumah/satu keluarga, karena para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan yang demikian itu pada jaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Al Imam As-Syaukani rahimahullah, mengatakan :

“Yang benar, bahwa sah (berqurban dengan seekor kambing) untuk satu keluarga/satu rumah, meskipun jumlah mereka (dalam keluarga tersebut) seratus jiwa atau lebih banyak dari itu, sebagaimana hal itu telah ditetapkan dalam as-sunnah.” [Nailul Authar, 3/485]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah juga menegaskan :

“Boleh berqurban dengan seekor kambing untuk satu rumah dan seluruh penghuninya, (baik itu) istri-istrinya, anak-anaknya dan orang-orang yang bersamanya (dalam rumah tersebut), sebagaimana hal ini dilakukan oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum.” [Majmu’ Al-Fatawa, 23/164].

Maka dari penjelasan serta dalil-dalil yang disebutkan di atas, bahwa tidaklah sah adanya jika ber qurban dengan cara patungan untuk membeli seekor kambing atau beberapa ekor kambing dengan banyak orang, melebihi dari satu keluarga dalam sebuah rumah tangga, seperti yang telah banyak dilakukan oleh masyarakat kita, yang biasa disebut urunan Qurban. Wallahu a’lamu bishshawab.

Hadits Kedua :

Hadits dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma yang telah diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullahu ta’ala, ia menyebutkan :

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk bersekutu/ berpatungan dalam (berqurban) dengan Onta dan juga Sapi, (yakni) setiap 7 (tujuh) orang dari kami untuk satu ekor Onta (dan juga Sapi).” [HR. Imam Muslim, no. 1318/351]

Ia juga menjelaskannya dalam riwayat yang lain, bahwa :

“Kami bersekutu/berpatungan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (untuk berqurban) dalam berhaji dan berumrah, setiap 7 (tujuh) orang dari kami untuk satu ekor Onta.” Kemudian ada seseorang yang bertanya kepada Jabir : “(Apakah boleh) bersekutu/berpatungan dalam berqurban dengan sapi sebagaimana (dibolehkan berqurban) dengan seekor Onta?”. Jabir menjawab : “Tidaklah dia (yakni Onta itu) kecuali seperti Sapi (yakni Sapi dan Onta itu sama hukumnya, edt.).”  [HR. Imam Muslim, no. 1318/353].

Serta dalam riwayat yang lainnya juga disebutkan bahwa :

“Kami berhaji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka kami menyembelih onta dari tujuh orang, dan (juga menyembelih) sapi dari tujuh orang.” [HR. Imam Muslim, no. 1318/352].

Penjelasan pada hadits-hadits tersebut di atas telah disebutkan oleh Imam At-Tirmidzi rahimahullah :

“Telah mengamalkan hal ini sekelompok ulama dari kalangan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang selain mereka. Ini juga merupakan pendapat Sufyan Ats-Tsauri, Ibnul Mubarok, As-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq…” [Sunan At-Tirmidzi, penjelasan hadits no. 1502].

Sementara Imam Al-Baghawi rahimahullah mengatakan :

“Ini adalah pendapat umumnya Ahlul Ilmi (para ulama) dari kalangan sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang selain mereka. Mereka mengatakan : “Apabila bersekutu tujuh orang dalam berqurban dengan onta atau sapi, atau (bersekutu tujuh orang) dalam sembelihan Hadyu (sembelihan denda bagi orang yang berhaji/berumrah), maka hal itu boleh. Tetapi tidak boleh (berqurban dengan onta/sapi) lebih dari tujuh orang, menurut kebanyakan para ulama tadi..”. [Syarhus Sunnah, 4/355]

Dan Al Imam Ibnu Qudamah rahimahullah menjelasakannya :

“Sama saja, apakah orang-orang yang bersekutu/berpatungan itu dari anggota keluarganya (dalam satu rumah), atau yang selain mereka, atau orang-orang yang diwajibkan untuk berqurban (seperti karena sebab nadzar untuk qurban, edt.) atau orang-orang yang disunnahkan berqurban, atau sebagian mereka menginginkan qurban dan sebagian lainnya sekedar menginginkan dagingnya (dengan sembelihan qurban tersebut) (maka hal itu boleh bersekutu/berpatungan qurban dengan onta atau sapi dari tujuh orang). Hal itu karena setiap orang itu sesuai dengan bagiannya, tidak membahayakan (terhadap sahnya amalan qurban) dengan adanya niat untuk yang selainnya (selain untuk berqurban)..”.  [Al-Mughni, 13/125].  



Dari penjelasan serta dalil-dalil yang telah disebutkan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :

Pertama

Telah dibolehkannya berpatungan dalam berqurban dengan seekor onta atau sapi, dari tujuh orang, namun tidak boleh lebih dari (tujuh orang) itu. Namun ber qurban untuk seekor kambing, adalah untuk satu orang.

Kedua

Dibolehkan berpatungan untuk ber qurban pada seekor kambing, khusus untuk satu keluarga dalam satu rumah tangga, tidak boleh untuk (keluarga/rumah tangga) yang lainnya.

Wallahu a’lamu bishshawab.

 

Referensi : Cara Patungan Qurban Hewan Kambing Sesuai Sunnah Rasulullah berasal dari berbagai sumber terpercaya.

Hanya kepada Allah kita memohon hidayah dan petunjuk. Semoga pembahasan yang sangat singkat ini bisa membawa manfaat.

___________________

Label : Qurban, Cara Patungan Qurban Hewan Kambing Sesuai Sunnah Rasulullah

Deskripsi : Ternyata banyak kebiasaan patungan hewan qurban di Indonesia yang selama ini salah menafsirkan hadits dari para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik itu qurban dengan hewan Sapi dan terutama hewan Kambing. Cara Patungan Qurban Hewan Kambing Sesuai Sunnah Rasulullah