Ngerinya Ancaman Rasulullah Bagi Wanita Yang Melakukan Perbuatan Ini

Assalamu ‘alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh...

Sahabat LangitAllah.com.... kali ini kita membahas secara singkat namun padat makna tentang sebuah perbuatan yang kerap dilakukan oleh sebagian besar kaum wanita dalam pergaulan sehari-harinya. Perbuatan ini bagi sebagian besar masyarakat kita sudah dianggap perihal yang lumrah, atau telah dimaklumkan oleh kebanyakan orang karena memandang dari segi etika pergaulan budaya timur. Namun benarkah dalam pandangan agama Islam hal itu diperbolehkan? Atau mungkin saja sangat dibenci oleh Allah dan Rasulnya. Mari kita bermuhasabah, saling mentadabburi diri kita, sembari meluangkan waktu kita memikirkan nasib kita nanti di hari kiamat.

Ngerinya Ancaman Rasulullah Bagi Wanita Yang Melakukan Perbuatan Ini

Ngerinya Ancaman Rasulullah Bagi Wanita Yang Melakukan Perbuatan Ini (langitallah.com)
Ngerinya Ancaman Rasulullah Bagi Wanita Yang Melakukan Perbuatan Ini (ilustrasi)

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat ingin agar umatnya senantiasa menjaga keharmonisan keluarganya. Tapi satu ketika, beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyuruh seseorang untuk menceraikan istrinya ketika orang itu telah mengadukan kondisi istrinya saat itu.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh An Nasaa’i, dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki yang datang menghadap kepada Rasulullah lalu berkata, “Ya Rasulullah, saya memiliki wanita yang tidak menolak tangan orang yang menyentuh.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Ceraikan dia” (HR. An Nasa’i).

Dalam hadits tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terlihat begitu membenci wanita yang tidak merasa risih dengan jabatan tangan orang lain yang bukan mahramnya. Perbuatan wanita yang diceritakan oleh laki-laki yang mengadu kepada Rasulullah tersebut dinilai sebuah dosa besar hingga beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menceraikan wanita yang tidak menolak tangan orang yang menyentuhnya. Jangankan berjabat tangan, dengan tidak menolak tangan orang lain (yang bukan mahramnya) saja sudah sangat dibenci oleh beliau.

Ketika membahas perselisihan dalam keluarga di buku Al Baitul Muslim Al Qudwah Amal Yahtaj Ila ‘Amal, Abu Al Hamd Rabi’ membawakan hadits ini seraya menjelaskan, “Salah satu pihak menemukan suatu cacat moral yang terlalu dalam pada diri pasangannya” merupakan tingkatan perselisihan paling berat yang bisa berakhir dengan perceraian dalam rumah tangga sebuah keluarga.

Perbuatan atau sikap yang tidak menolak tangan orang yang menyentuh merupakan salah satu bentuk cacat moral yang besar. Ketika seorang wanita tak lagi berupaya (dengan bersungguh-sungguh) menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya sehingga bebas bergaul bahkan bersentuhan kulit, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun memerintahkan suaminya untuk menceraikan. Utamanya ketika ia sudah tidak mengindahkan lagi sebuah nasehat atau bahkan tak ada harapan berubah setelah diingatkan oleh suaminya sekalipun.

Pemandangan ini sangat lazim terjadi di tengah-tengah masyarakat kita saat ini. Dimana sebahagian besar para wanita sudah terbiasa dengan pergaulan yang tak memiliki landasan ilmu agama, terutama dalam hal bersentuhan kulit dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Kebiasaan ini semakin dimaklumkam dengan perkembangan teknologi, dimana arus informasi dari berbagai media massif mempertontonkan aurat dan tak malu lagi dengan kontak kulit pada lawan jenisnya. media televisi dan bahkan yang lebih diperparah dengan akses dunia maya (internet) yang saat ini sudah sangat dimudahkan sekali oleh berbagai vendor perusahaan yang menawarkan gadget dengan mesin yang mampu melakukan akses internet murah dan tanpa streaming. Hampir semua media memberikan contoh yang tidak sesuai dengan norma agama Islam. Bersentuhan kulit dengan laki-laki yang bukan mahramnya kadang dianggap biasa. Padahal itu termasuk dalam kategori zina tangan. Apalagi jika saling raba dan dilakukan dengan intensitas sering.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ

“Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh)” [HR. Muslim]

Peringatan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu bukan peringatan yang main-main, sebab hal tersebut dikelompokkan dalam kategori zina tangan. Oleh karena begitu besarnya dosa saling sentuh apalagi saling saling pegang antara dua lawan jenis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh At Thabrani :

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

“Seseorang yang ditusuk kepalanya dengan jarum dari besi itu lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR. Thabrani)

Sehingga, tidak heran jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para laki-laki (suami) untuk menceraikan wanita-wanita (istri-istri) yang tidak menolak tangan laki-laki lain yang menyentuhnya.

Dalam beberapa kasus, untuk hal yang hanya terjadi sekali saja –atau mungkin terjadi tanpa kuasa untuk menghidarinya- sementara sang laki-laki (suami) masih mencintai istrinya dengan memberikan nasehat dan berupaya membimbing isterinya tersebut agar secara perlahan bisa berubah, ini tentu tidak termasuk dalamkategori yang di isyaratkan oleh Rasulullah. Namun jika wanita (isteri) tersebut melakukan perbuatan yang sama secara berulang-ulang, dan tak menghiraukan upaya suami menasehati dan membimbingnya, maka inilah wanita yang diperintahkan kepada suami oleh Rasulullah shallallahui ‘alihi wa sallam untuk diceraikan. Wallahu a’lam bishshawab.

Sahabat LangitAllah.com, demikianlah Ngerinya Ancaman Rasulullah Bagi Wanita Yang Kurang Bekal Ilmu. Demi kelangsungan ibadah dakwah, tentunya kami sangat berharap peran kita semua untuk jangan hanya kita saja yang memahami syariat-syariat ibadah kita ini. Mari kita bagikan dan teruskan ilmu ini kepada sahabat seiman kita yang mungkin saja masih banyak yang belum memahami ilmu ini. Allah berfirman di dalam Al Qur’an pada Surah Al Ashr :

“Demi Masa (1); Sesungguhnya Manusia itu benar-benar dalam kerugian, (2); kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (3).” [QS. Al Ashr : 1-3].

semoga kita tidak tergolong dalam golongan manusia yang rugi sebagaimana ayat 1 dalam surah Al Ashr di atas. Wallahu A’lam Bishshawab. [Tim Redaksi LangitAllah.com]

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel