Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hukum Thaharah Yang Wajib Anda Ketahui

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat,  kali ini langitallah.com akan membahas kajian tentang hukum thaharah. Mangapa kami mengutamakan pada fokus kajian hukum thaharah ini? Kita Akan Tahu pada akhir pembahasan, setelah kita sama-sama memahami isi kajian ini.

Inilah LangitAllah.com

Hukum Thaharah Yang Wajib Anda Ketahui

Hukum Thaharah yang wajib anda ketahui (langitallah.com)
Gambar Ilustrasi - Hukum Thaharah yang wajib anda ketahui

Dalam pendidikan formal yang berlaku di Indonesia ini, sering kita jumpai kalimat yang menyebutkan bahwa “Kebersihan Itu Sebahagian Dari Iman”. Kalimat tersebut memang benar adanya, dan dikuatkan dengan dalil hadits yang diriwayatkan dalam hadits Muslim. Bersih yang bukan hanya sekedar bersih.

Setiap manusia senang dengan kebersihan, sebab fitrah manusia adalah suci bagaikan selembar kertas putih yang belum tergores pena hitam di atasnya, suci yang berarti bersih, dan kebersihan hati adalah sebagian dari indikator tingkat keimanan kita sebagai hamba Allah yang diperintahkan untuk beribadah hanya kepadaNYA.

Ibadah yang dimaksud di sini bukan hanya sekedar melaksanakan syari’atnya saja, namun lebih mendasar dari hal sebelum kita melaksanakan ibadah, yaitu bersih dan suci. Bagaimana perasaan hati kita saat melakukan ibadah shalat (misalnya), sementara badan kita masih belum bersih, bersih yang bukan hanya karena belum mandi atau bau keringat yang menyengat, Thaharah yang kita bahas bukan hanya sebatas itu. Namun lebih penting dari itu. Thaharah merupakan perkara yang sangat penting dalam pelaksanaan syari’at Islam, yang menghendaki kita bersih secara lahir dan batin. Karena pentingnya bab kajian hukum thaharah ini, maka tak heran jika perkara hukum Thaharah dan penjelasannya selalu menjadi bab pertama yang dikaji di dalam kitab-kitab Fiqih yang tersebar di seluruh dunia.


Lalu, Apa Hukum Thaharah Itu?


Dalam pelaksanaannya thaharah dapat diartikan sebagai suci badan (dari hadats dan najis), suci pakaian (dari najis), dan suci tempat (dari najis) yang merupakan syarat sahnya shalat. Dan untuk mencapai kesucian badan, pakaian dan tempat, tidak ada jalan lain kecuali dengan melakukan thaharah. Sehingga dengan demikian hukum thaharah akan menjadi WAJIB hukumnya.

Dalam ajaran agama Islam, sangat dianjurkan untuk mengutamakan kebersihan lahir dan batin dalam melaksanakan ibadah. Dalam banyak ayat, Allah memfirmankan urgensi kesucian batin. Islam juga mengaitkan bersuci dengan keimanan. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ


“Bersuci adalah separuh dari iman” [HR. Muslim]

Poin penting dalam menjaga kebersihan ini tampak pula dalam aturan detail tentang thaharah, yang pada ajaran-ajaran agama lainnya mungkin tidak mendapatkan porsi besar dan penting. Tata cara Wudhu, mandi dan tayamum dijelaskan secara rinci dalam hadits dan diuraikan panjang lebar oleh para ulama dan mujtahid. Pun dengan permasalahan khas muslimah; darah kebiasaan wanita -haidh, nifas dan sebagainya- juga dijelaskan dengan sangat jelas. Demikian pula bab pembahasan najis dan cara membersihkan benda-benda yang terkena najis. Singkatnya, Islam sangat mengutamakan kebersihan dan mendudukkan bab pembahasan thaharah pada level yang sangat penting, sebab thaharah merupakan dasar yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang muslim sebelum pelaksanaan syariat ibadah yang lainnya.

Oleh sebab pentingnya pembahasan pelaksanaan thaharah dan hukum thaharah, agama Islam menyediakan berbagai alternatif pada kondisi tertentu atau darurat, sehingga muslim dan muslimah tetap dapat melaksanakan thaharah di tengah keterbatasan kondisi dan situasi yang kurang memungkinkan.

Apa Saja Contoh Kondisi Tertentu Yang Dapat Mempengaruhi Hukum Thaharah?


Contoh kecil yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah kondisi dimana saat tidak ada air atau keadaan dimana kita sulit menemukan dan mendapatkan air yang suci dan mensucikan, bukan berarti thaharah ditiadakan dan shalat tidak perlu dilaksanakan. Namun yang dimaksudkan dalam keadaan ini adalah bahwa Islam menyediakan solusi dan jalan keluar untuk kondisi itu, berupa tayamum. Begitu juga dengan kondisi ketika seorang muslim sedang terbaring sakit yang menurut ilmu kesehatan (atau saran dokter) tidak boleh terkena air, upaya tayamum juga dapat menjadi solusi untuk menggantikan peran air dalam melakukan wudhu. Dan banyak kondisi lain seperti sedang dalam perjalanan tertentu di atas pesawat yang kurang memungkinkan kita untuk memperoleh air yang baik, maka di dalam kondisi ini kita dibolehkan melakukan tayammum sebagai pengganti air unttuk berwudhu.

Bahkan, pentingnya thaharah juga dapat kita lihat dari perhatian Al Qur’an yang secara spesifik yang menjelaskan tata cara wudhu dan tayamum.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam Al Qur’an, Surah Al Maidah ayat 6, yang berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” [QS. Al Maidah : 6]

Nah, sahabat LangitAllah.com, demikianlah kajian kita tentang Hukum Thaharah yang wajib anda ketahui, bukan Cuma anda, tapi kita. Kami berharap kita semua dapat memahami arti pentingnya perkara Thaharah dalam kehidupan sehari-hari sebagai penyempurna kegiatan kita melaksanakan ibadah yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Jika sahabat suka dengan artikel ini, kita berharap dapat melaksanakan thaharah sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Demi kelangsungan ibadah dakwah, tentunya kami sangat berharap peran kita semua untuk jangan hanya kita saja yang memahami arti penting dari thaharah sebagai landasan ibadah kita ini. Mari kita bagikan dan teruskan berita gembira ini kepada sahabat seiman kita yang mungkin saja masih banyak yang belum memahami arti pentingnya thaharah ini. Allah berfirman di dalam Al Qur’an pada Surah Al Ashr :

“Demi Masa (1); Sesungguhnya Manusia itu benar-benar dalam kerugian, (2); kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (3).” [QS. Al Ashr : 1-3].

semoga kita tidak tergolong dalam golongan manusia yang rugi sebagaimana ayat 1 dalam surah Al Ashr di atas. Wallahu A’lam Bishshawab. [Tim Redaksi LangitAllah.com]