Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mandi Junub Rasulullah SAW | Sudahkah Kita Mengikutinya?


Cara Mandi Junub Rasulullah SAW | Sudahkah Kita Mengikutinya?
Ilustrasi Shower untuk Mandi Junub (gambar telah dimodifikasi dari google.co.id)

Cara Mandi Junub Rasulullah SAW | Sudahkah Kita Mengikutinya?

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sahabat LangitAllah.com yang Insya Allah di Rahmati oleh Allah. Kali ini kita akan mengilas kajian Tata Cara Mandi Junub sesuai yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ya, kajian Cara Mandi Junub Rasulullah SAW.

Islam telah menjadi agama yang paling benar dan diridhai Allah SWT. Salah satu ciri kebenaran Islam ini adalah ajaran yang ada di dalam Islam. Setiap yang kita lakukan mulai tidur, bangun, beraktifitas hingga tidur kembali, semua telah diatur oleh ajaran Islam agar dapat bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Termaauk ibadah mandi. Mandi junub atau mandi wajib atau juga sering disebut mandi besar adalah termasuk salah satu ibadah yang diwajibkan kepada pasangan suami Istri yang telah berhubungan badan maupun setelah mimpi basah. Bahkan bagi yang belum memiliki pasangan hidup atau jomblo, dalam kondisi tertentu. Mandi junub berbeda dengan mandi biasa, muali niat maupun tata caranya, semuanya berbeda. Nyatanya, dalam kehidupan kita sehari-hari tak jarang kita temui orang yang sedang mendiskusikan perihal Tata Cara Mandi Junub Rasulullah SAW.

Hal ini menunjukkan bahwa tak tak semua orang mengetahui dengan benar bagaimana tata cara mandi junub Rasulullah SAW yang benar sesuai dengan tuntunan hadits dan sunnah. Nah, agar semua tampak jelas dan terang, sebaiknya kita balas secara runut mulai dari alasan diwajibkannya mandi junub, hingga tata cara mandi junub Rasulullah yang benar.

Mengapa Mandi Junub Itu Diwajibkan


Pertanyaan di atas memang membutuhkan jawaban yang tidak sekedar jawaban biasa. Jawaban yang pertanyaan tersebut butuhkan adalah mulai sejak kapan mandi junub itu diwajibkan dan mengapa-mengapa yang lainnya secara gamblang. Syaikh Dr. Yusuf Qardhawi menjawab dan menjelaskan pertanyaan ini, bahwa mandi adalah ibadah yang ditetapkan langsung oleh Allah SWT.

Yang perlu kita garis bawahi adalah bahqa Ibadah itu harus dikerjakan sesuai syariat-Nya baik diketahui hikmahnya atau tidak diketahui. Yang pasti semua hamba Allah yang beriman wajib mengikuti apa yangvtelah disyariatkan.

Syaikh Dr. Yusuf Qardhawi secara singkat mengatakan  banyak dokter yang menyatakan bahwa mandi setelah melakukan hubungan biologis dapat mengembalikan kekuatan tubuh dan mengembalikan tenaga yang hilang sehingga tubuh kembali merasa segar dan fit. Kegiatan mandi sangat bermanfaat bagi tubuh dan jiwa kita, dan apabila mandi ini ditinggalkan, maka dapat menimbulkan madharat bagi tubuh kita.

Bagaimana Asal Usul Mandi Junub


Mandi Wajib atau mandi besar itu sama pengertiannya dengan mandi junub. Kata Mandi junub berasal dari kata Janaba, yang berarti sisi atau bagian tertentu. Mandi junub bisa disebut sebagai mandi besar atau mandi wajib, dimana kita mandi menggunakan air suci mensucikan dengan mengalirkan air tersebut ke seluruh tubuh dari mulai ujung rambut hingga ujung kaki kita.

Lalu apa tujuannya?

Sebagaimana aktifitas yang lain, mandi junub juga memiliki tujuan. Tujuan mandi junub sendiri adalah menghilangkan hadast besar agar kita bisa suci dan sah melaksanakan ibadah.

Mandi Junub diwajibkan Bagi Siapa?

Tak semua orang diwajibkan melakukan mandi junub, hanya karena sebab tertentu saja maka seseorang itu dikenai hukuman Wajib melakukan mandi junub. Berikut ini beberapa sebab atau alasan mengapa seseorang itu diwajibkan untuk mandi junub, yakni :

  1. Mengeluarkan air mani, baik sengaja maupun tidak
  2. Setelah berhubungan badan (bagi pasangan suami istri)
  3. Setelah selesai masa menstruasi (bagi wanita)
  4. Selesai melahirkan/nifas
  5. Saat seseorang meninggal dunia.


Tata cara Mandi Junub Rasulullah SAW yang Benar sesuai sunnah

Terkait aktifitas mandi junub ini, ada beberapa riwayat hadits yang menyebutkan, yakni : dari Aisyah ra. dan Maimunah binti Al Harits ra. Kedua wanita ini merupakan istri nabi, sehingga apa yang mereka sampaikan sudah pasti bisa menjadi tuntunan bagi kita semua.

Menurut Hadits riwayat Aisyah ra. dalam hadits Bukhari :

“Mandi” pada pembahasan mandi junub di sini adalah “membasahi seluruh tubuh dengan air dan diawali dengan niat untuk mandi wajib”. Menetapkan niat dalam mandi ini merupakan hal yang wajib bagi laki-laki maupun wanita.

Dari Umar bin Khaththab, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya segala amalan itu tidak lain tergantung pada niat.”

عن عائشة رضي الله عنها قالت : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا اغتسل من الجنابة غسل يديه ، ثم توضأ وضوءه للصلاة ، ثم اغتسل ، ثم يخلل بيده شعره حتى إذا ظن أنه قد أروى بشرته أفاض عليه الماء ثلاث مرات ، ثم غسل سائر جسده

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha; dia berkata, “Bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dari janabah maka beliau mulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhunya untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya kedalam air kemudian menyela dasar-dasar rambutnya, sampai beliau menyangka air sampai kedasar rambutnya kemudian menyiram kepalanya dengan kedua tangannya sebanyak tiga kali kemudian beliau menyiram seluruh tubuhnya.” (HR. Bukhari no. 248).

Dari keterangan hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra di atas, dapat kita rincikan sebagai berikut ini :

  1. Tuangkan air untuk membasuh kedua telapak tangan
  2. Berwudhu seperti wudhu untuk sholat
  3. Ambil sebagian air kemudian menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata
  4. Setelah itu ambil air dan basuh kepala sebanyak tiga kali
  5. Lalu ambil air lagi lalu basuh bagian tubuh menggunakan sabun dan seterusnya sebagaimana mandi biasa

Sedangkan menurut hadits riwayat Maimunah Binti al-Harits ra dalam hadits Bukhari :

حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ عِيسَى قَالَ أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى قَالَ أَخْبَرَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ سَالِمٍ عَنْ كُرَيْبٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ مَيْمُونَةَ قَالَتْ وَضَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَضُوءًا لِجَنَابَةٍ فَأَكْفَأَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا ثُمَّ غَسَلَ فَرْجَهُ ثُمَّ ضَرَبَ يَدَهُ بِالْأَرْضِ أَوْ الْحَائِطِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ وَغَسَلَ وَجْهَهُ وَذِرَاعَيْهِ ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى رَأْسِهِ الْمَاءَ ثُمَّ غَسَلَ جَسَدَهُ ثُمَّ تَنَحَّى فَغَسَلَ رِجْلَيْهِ قَالَتْ فَأَتَيْتُهُ بِخِرْقَةٍ فَلَمْ يُرِدْهَا فَجَعَلَ يَنْفُضُ بِيَدِهِ

Telah menceritakan kepada kami [Yusuf bin 'Isa] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Al Fadlol bin Musa] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Al A'masy] dari [Salim] dari [Kuraib] sahaya Ibnu 'Abbas dari [Ibnu 'Abbas] radliallahu 'anhu dari [Maimunah] berkata,: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. mengambil seember air untuk mandi janabat. Beliau menuangkan dengan telapak tangan kanannya ke atas telapak tangan kirinya lalu mencucinya dua kali atau tiga kali. Lalu mencuci kemaluannya lalu memukulkan tangannya ke tanah atau dinding dua kali atau tiga kali. Kemudian berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung lalu mencuci wajahnya. Kemudian berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung lalu mencuci wajahnya dan kedua lengannya. Kemudian mengguyurkan air ke atas kepalanya lalu membasuh badannya dan mengakhirinya dengan membasuh kedua telapak kakinya". 'Aisyah berkata,: "Maka aku berikan potongan kain tapi Beliau tidak memerlukannya, dan Beliau mengeringkan (membersihkan air dari) badannya dengan tangannya". (HR. Bukhari nomor 265)


Menurut Hadit riwayat Maimunah ra, Rasululah SAW melakukan mandi junub dengan cara sebagai berikut :

  1. Mengambil air dengan tangan kanan kemudian membasuh kemaluan dengan tangan kirinya
  2. Membersihkan tangan kiri tadi dengan sabun
  3. Menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata
  4. Lalu kemudian membasuh kepala dengan air sebanyak 3 kali
  5. Berwudhu seperti wudhu akan sholat tapi sampai bagian membasuh telinga kanan dan kiri
  6. Menyiram dan membasuh semua bagian tubuh
  7. Lalu membasuh kedua kaki

Nah, setelah membaca kedua penjelasan hadits yang diriwayatkan oleh para istri Nabi Muhammad SAW di atas, kira-kira mana yang kita pilih? Tidak perlu bingung, karena menurut Aisyah Ra atau Maimunah Ibnu Al Harits, semuany benar tidak ada yang salah.

Maka dari sinilah kemudian ulama menggabungkan ke-2 hadits ini sehingga Tata Cara Mandi Junub Rasulullah SAW menjadi sebagai berikut :

  1. Mengambil air lalu basuh kedua telapak tangan
  2. Membasuh kemaluan dengan tangan kiri
  3. Cuci tangan kiri dengan sabun, setelah bagian ini Rasulullah tidak menyentuh kemaluan lagi untuk dibersihkan
  4. Menyela bagian rambutnya dengan air (menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata)
  5. Basuh dan guyur kepala
  6. Berwudhu lengkap sebagai wudhu akan sholat
  7. Mengguyur dan mebasuh bagain tubuh secara keseluruhan kecuali kemaluan, kita dilarang untuk memegang Kemaluan.

Begitulah tata cara mandi junub Rasulullah SAW yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk diteldani dan diikuti oleh kita ummat beliau SAW. Semoga kajian artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua, baik itu digunakan untuk diri sendiri dan akan lebih baik jika kita bersedia untuk menyampaikannya kepada kaum muslimin yang lainnya sebagai ladang pahala sedekah jariyyah bagi kita. Sebab tak ada siapapun yang akan menjadi penolong kita kelak dihadapan Pengadilan Allah Subhanahu Wa Ta'ala kecuali amalan baik kita selama hidup di dunia ini. Jangan sia-siakan hidup kita dengan kesibukan dunia. Mari kejar Ridha Allah. Wallahu a'lam bishshowab. (LangitAllah.com)



Kajian Ust. Adi Hidayat, Lc, MA

Sumber: Vidio kajian Ust. adi Hidayat di Youtube.